Pages

Tampilkan postingan dengan label Mutiara Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mutiara Muslimah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Desember 2012

Memang Benar Wanita Tulang Rusuk Pria

Posted by Unknown Sabtu, Desember 15, 2012, under | 1 comment


" Wanita selalu akan mengembalikan yang lebih untuk pria. "

Jika kamu memberinya rumah, maka ia akan memberimu kehangatan dalam rumahmu.

Jika kamu memberinya beras, ia akan menanak nasi untukmu.

Jika kamu memberinya CINTA, ia akan memberimu pengabdian seumur hidupnya.

Tapi jika kau memberinya hinaan, ia akan memberimu doa dalam airmata kepedihannya, dan itu berarti siapkan dirimu untuk berjuta KEMALANGAN !"

Jika kemarin kamu berdoa dan yakin bahwa dialah wanita yg sudah terpilih untukmu, maka terimalah dia bukan hanya sebagai wanita yang sempurna tetapi terima lah dia dengan Cara Yang Sempurna , melainkan sebagai wanita yang terbaik .

bukanlah dia yang tidak pernah berbuat salah, tapi dia yang selalu berkata maaf untuk setiap kesalahannya dan ia yang punya sejuta maaf untuk kesalahanmu.

Ia yang mau menerima masa lalu mu dan siap merancangkan masa depannya bersamamu serta menyerahkan kehidupannya padamu.

Ia yang selalu cemas dan hilang akal ketika kamu tak memberinya kabar.

Jika dulu sifat manjanya membuatmu tertawa lucu, cemburunya berarti dia sayang padamu, airmatanya bisa menyayat hatimu, tapi sekarang semuanya itu jadi alasan kamu melepaskannya, maka merenunglah sejenak !

" Mengapa dalam berbagai legenda bahwa wanita itu tercipta dari tulang rusuk pria, bukan dari tulang kepala karena wanita bukan untuk memimpin pria, bukan dari tulang kaki karena wanita juga bukan alas kaki pria. Wanita tercipta dari tulang rusuk pria karena dekat dengan hati, agar wanita menjadi pendamping, penjaga hati.

Dekat dengan hati karena untuk disayangi
Wanita akan terlelap dalam dekapan pria. karena wanita tahu dari sana dia berasal.

Maka dari itu Kenali dan Sayangi “Tulang Rusukmu”

Kamis, 15 November 2012

Keikhlasan Dibalas Keindahan

Posted by Unknown Kamis, November 15, 2012, under ,, | No comments




Cuaca hari ini sangat panas. Mbah Sarno terus mengayuh sepeda tuanya menyisir jalan perumahan Condong Catur demi menyambung hidup. Mbah Sarno sudah puluhan tahun berprofesi sebagai tukang sol sepatu keliling. Jika orang lain mungkin berfikir, “Mau nonton apa saya malam ini?” Mbah Sarno cuma bisa berfikir “saya bisa makan atau nggak malam ini?”

Di tengah cuaca panas seperti ini pun terasa sangat sulit baginya untuk mendapatkan pelanggan. Bagi Mbah Sarno, setiap hari adalah hari kerja. Di mana ada peluang untuk menghasilkan rupiah, di situ dia akan terus berusaha. Hebatnya, beliau adalah orang yang sangat jujur. Meskipun miskin, tak pernah sekalipun ia mengambil hak orang lain.

Jam 11, saat tiba di depan sebuah rumah mewah di ujung gang, dia pun akhirnya mendapat pelanggan pertamanya hari ini. Seorang pemuda usia 20 tahunan, terlihat sangat terburu-buru. Ketika Mbah Sarno menambal sepatunya yang bolong, ia terus menerus melihat jam. Karena pekerjaan ini sudah digelutinya bertahun-tahun,dalam waktu singkat pun ia berhasil menyelesaikan pekerjaannya.

“Wah, cepat sekali. Berapa Pak?”

“5000 Rupiah, Mas.”

Sang pemuda pun mengeluarkan uang seratus ribuan dari dompetnya. Mbah Sarno jelas kaget dan tentu ia tidak punya uang kembalian sama sekali apalagi sang pemuda ini adalah pelanggan pertamanya hari ini.

“Wah, Mas gak ada uang pas ya?”

“Nggak ada Pak, uang saya tinggal selembar ini, belum dipecah Pak.”

“Maaf Mas, saya nggak punya uang kembalian.”

“Waduh, repot juga kalo gitu. Ya sudah saya cari dulu sebentar Pak, ke warung depan.”

“Udah Mas nggak usah repot-repot. Mas bawa dulu saja. Saya perhatikan mas lagi buru-buru. Lain waktu saja Mas, kalau kita ketemu lagi.”

“Oh, syukurlah kalo gitu. Ya sudah makasih ya, Pak.”

Jam demi jam berlalu dan tampaknya ini hari yang tidak menguntungkan bagi Mbah Sarno. Dia cuma mendapatkan 1 pelanggan dan itupun belum membayar. Ia terus menanamkan dalam hatinya, “Ikhlas. Insya Allah akan dapat gantinya.”

Waktu menunjukkan pukul 3 lebih, ia pun menyempatkan diri shalat Ashar di masjid depan lapangan bola sekolah. Selesai shalat ia berdoa.

“Ya Allah, izinkan aku mencicipi secuil rezekimu hari ini. Hari ini aku akan terus berusaha, selebihnya adalah kehendak-Mu.”

Selesai berdoa panjang, ia pun bangkit untuk melanjutkan pekerjaannya. Saat ia akan menuju sepedanya, ia kaget karena pemuda yang tadi siang menjadi pelanggannya telah menunggu di samping sepedanya.

“Wah, kebetulan kita ketemu di sini, Pak. Ini bayaran yang tadi siang Pak.”

Kali ini pemuda tadi tetap mengeluarkan uang seratus ribuan. Tidak hanya selembar, tapi 5 lembar.

“Loh, loh mas? Ini mas belum mecahin uang ya? Maaf mas saya masih belum punya kembalian. Ini juga kok 5 lembar mas. Ini nggak salah ngambil mas?”

“Sudah Pak, terima saja. Kembaliannya, sudah saya terima tadi, Pak. Hari ini saya tes wawancara. Telat 5 menit saja saya sudah gagal Pak. Untung Bapak membiarkan saya pergi dulu. Insya Allah minggu depan saya berangkat ke Prancis, Pak. Saya mohon doanya, Pak.”

“Tapi ini terlalu banyak, Mas.”

“Saya bayar sol sepatu cuma Rp 5000 Pak. Sisanya untuk membayar kesuksesan saya hari ini dan keikhlasan Bapak hari ini.”

Tuhan punya cara tersendiri dalam menolong hamba-hamba-Nya yang mau berusaha dalam kesulitannya. Dan kita tidak akan pernah tahu kapan pertolongan itu tiba.

Sahabat Dunia Aksara...
Keikhlasan akan dibalas dengan keindahan. Kesuksesan akan menyertai keikhlasan dan rasa syukur.

Al-Qur'an Kuno dan Faktanya

Posted by Unknown Kamis, November 15, 2012, under ,,, | No comments


Sungguh menarik data yang dikemukakan oleh Dr. Tariq Al Swaidan, berikut ini :

Beliau menemukan sejumlah versi di dalam Al Quran yg menyebutkan satu persoalan yang sama dengan yang lainnya, misalnya laki2 sama denga wanita. Meskipun hal ini dipandang dari tata bahasa, namun fakta yang menakjubkan adalah bahwa kata laki2 dalam al-quran disebutkan sebanyak 24 kali dan wanita juga dis

ebutkan 24 kali.

Susunan kata ini tidak hanya benar dalam nilai struktur bahasa, tapi juga menunjukkan kebenaran secara matematik, misal 24=24.

Berdasarkan analisis lebih mendalam dari beberapa versi, bahwa kejadian ini terlihat konsisten pada keseluruhan al-quran.
Lihatlah bukti yg menakjubkan dari jumlah kata2 dalam al-quran (versi bhs arab) berikut ini:

1. Dunia (kehidupan sekarang) disebutkan 115 kali. Akhirat( kehidupan setelah dunia ini) disebutkan 115 kali.
2. Malaikat 88 kali, syaitan 88 kali.
3. Kehidupan 145 kali, kematian 145 kali.
4. Kebaikan/manfaat 50 kali, jahat 50 kali.
5. Orang2 50 kali, nabi 50 kali.
6. Iblis(raja syaitan) 11 kali, menyelamatkan diri dari iblis 11 kali.
7. Musibah (bencana) 75 kali, syukur 75 kali.
8. Shodaqoh 75 kali, kepuasan 75 kali.
9. Orang2 yg tersesat 17 kali, syuhada 17 kali.
10. Muslimin 41 kali, jihad 41 kali.
11. Emas 8 kali, kehidupan yg mudah 8 kali.
12. Sihir 60 kali, fitnah 60 kali.
13. Zakat 32 kali, barokah 32 kali.
14. Pikiran 39 kali, cahaya 39 kali.
15. Lidah 25 kali, khotbah 25 kali.
16. Harapan 8 kali, ketakutan/kecemasan 8 kali.
17. Berbicara di depan publik 18 kali, pempublikasian 18 kali.
18. Penderitaan 114 kali, kesabaran 114 kali.
19. Muhammad 4 kali, syari'ah (ajaran rasululloh saw) 4 kali.
20. Laki2 24 kali, wanita 24 kali.
Dan yg cukup mengagumkan lagi, perhatikan berapa kali kata2 berikut terlihat:

1. SHALAT 5, BULAN 12, HARI 365
2. LAUT 32, TANAH 13 3.

Jadi laut+darat = 32+13= 45
Laut = 32/45x100 = 71,1111111% Tanah = 13/45x100% = 28,888889% .
Laut+tanah = 100%

Ilmu pengetahuan modern kini membuktikan bhw air meliputi 71,111% wilayah bumi, dan daratan menutupi 28,8889%.

SUBHANALLOH. ... Mungkinkah itu merupakan suatu kebetulan ?

Pertanyaannnya siapakah yg mengajarkan kepada rasul Muhammad akan semua ini?

Tentu saja jawabnya " Alloh swt yg mengajarkan semua ini kpd Muhammad SAW, sebagaimana alquran sudah mengajarkan kpd kita " KIRIMKAN BERITA INI KEPADA SELURUH KAUM MUSLIM YG ANDA KENAL.

Dikutip dari majalah islam QIBLATI.

Senin, 12 November 2012

Betapa Mulianya Ibu

Posted by Unknown Senin, November 12, 2012, under , | No comments

 
Kisah ini adalah kisah nyata sebuah keluarga yang sangat miskin, yang memiliki seorang anak laki-laki. Ayahnya sudah meninggal dunia, hanya tinggal ibunya yang s
udah tua dan anak laki-lakinya saja yang saling menopang.

Ibunya bersusah payah membesarkan seorang anaknya, saat itu kampung tersebut belum memiliki listrik. Saat membaca buku, anaknya tersebut hanya diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih sayang menunggui anaknya sambil menjahitkan baju untuk sang anak.

Saat memasuki musim gugur, adalah waktu bagi anaknya untuk memasuki sekolah menengah atas. Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah sehingga tidak bisa lagi bekerja disawah. Di sekolah itu, setiap bulannya murid-murid diharuskan membawa 30 kg beras untuk dibawa ke kantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibunya tidak mungkin bisa memberikan tiga puluh kg beras tersebut.

Berkatalah ia kepada ibunya: " Bu, saya mau berhenti sekolah saja dan membantu ibu bekerja disawah". Ibunya mengelus kepala anaknya dan berkata : "Niat kamu sungguh mulia nak, kamu memiliki niat seperti itu saja ibu sudah senang, tetapi kamu tetap harus sekolah. Jangan khawatirkan ibu ya nak. Cepatlah pergi daftarkan ke sekolah nanti berasnya biar ibu yang akan mengantarkannya kesana".

Karena anaknya tetap bersikeras tidak mau mendaftar ke sekolah, ibunya pun menampar sang anak tersebut. Dan ini adalah pertama kalinya sang anak ini dipukul oleh ibunya. Dengan berat hati, akhirnya anaknya pergi juga kesekolah. Ibunya terus berpikir dan merenung dalam hati sambil melihat bayangan anaknya yang pergi menjauh.

Tak berapa lama, dengan terpincang-pincang dan nafas tergesa-gesa Ibunya datang kekantin sekolah dan menurunkan sekantong beras dari pundaknya, pengawas yang bertanggung jawab menimbang beras dan membuka kantongnya lalu mengambil segenggam beras tersebut dan menimbangnya. Tiba tiba dia berkata : " Hai wali murid, kami tidak menerima beras yang isinya campuran beras dan gabah. Jangan menganggap kantin saya ini tempat penampungan beras campuran". Begitu malu nya sang ibu ini, hingga tak henti hentinya berkali-kali meminta maaf kepada ibu pengawas tadi.

Awal bulan berikutnya ibu ini memikul sekantong beras dan masuk kedalam kantin. seperti biasanya beras tersebut diteliti oleh pengawas. Dengan alis yang mengerut, ibu pengawas berkata: "Masih dengan beras yang sama". Selanjutnya kalau begini lagi, maka saya tidak bisa menerimanya".

Sang ibu sedikit takut dan berkata : "Ibu pengawas, beras dirumah kami semuanya seperti ini jadi bagaimana? Pengawas itu pun tidak mau tahu dan berkata : "Berapa luas sawah yang ibu kerjakan, sehingga berasnya bisa bermacam macam seperti ini". Mendengar sindiran pertanyaan seperti itu sang ibu tersebut akhirnya tidak berani berkata apa-apa lagi.
Awal bulan ketiga, sang ibu datang kembali ke sekolah. Sang pengawas kembali marah besar dengan kata-kata kasar dan berkata: "Kamu sebagai wali murid kenapa begitu keras kepala, kenapa masih tetap membawa beras yang sama. Bawa pulang saja berasmu itu !"
Dengan berlinang air mata sang ibu pun berlutut di depan pengawas tersebut dan berkata: "Maafkan saya bu, sebenarnya beras ini saya dapat dari mengemis".

Mendengar kata sang ibu, pengawas itu kaget dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dilihatnya ibu tua tadi duduk diatas lantai, menggulung celananya dan memperlihatkan kakinya yang sudah mengeras dan membengkak.

Ibu renta tersebut menghapus air mata dan berkata: "Saya menderita rematik stadium terakhir, bahkan untuk berjalan pun susah, apalagi untuk bercocok tanam. Anakku sangat mengerti kondisiku sehingga mau berhenti sekolah untuk membantuku bekerja disawah. Tapi saya melarang dan menyuruhnya bersekolah lagi."

Selama ini saya tidak pernah memberi tahu sanak saudara yang ada dikampung sebelah. Lebih-lebih untuk mengatakannya pada anakku, aku takut melukai harga dirinya.
Setiap hari pagi-pagi buta dengan kantong kosong dan bantuan tongkat, aku pergi ke pasar, tempat orang berjualan beras, hanya untuk mengemis beras beras yang tercecer di trotoarnya. Dengan susah payah aku mendatangi toko demi toko hanya utnuk mencari ceceran itu. Sampai hari sudah gelap, akupun pelan-pelan kembali kekampung sendiri. Sehingga sampai pada awal bulan semua beras yang terkumpul memenuhi syarat untuk diserahkan kesekolah.

Pada saat ibu tua itu bercerita, secara tidak sadar air mata Pengawas itupun mulai mengalir, kemudian mengangkat ibu tersebut dari lantai dan berkata: "Bu sekarang saya akan melapor kepada kepala sekolah, supaya bisa diberikan sumbangan untuk keluarga ibu."

Sang ibu buru- buru menolak dan berkata: "Jangan, kalau anakku tahu ibunya pergi mengemis untuk sekolah anaknya, maka itu akan menghancurkan harga dirinya. Dan itu akan mengganggu sekolahnya. Saya sangat terharu dengan kebaikan hati ibu pengawas, tetapi tolong ibu bisa menjaga rahasia ini."

Akhirnya masalah ini diketahui juga oleh kepala sekolah. Secara diam- diam kepala sekolah membebaskan biaya sekolah dan biaya hidup anak tersebut selama tiga tahun. Setelah Tiga tahun kemudian, sang anak tersebut lulus masuk ke perguruan tinggi Qing hua dengan nilai 627 point.

Dihari perpisahan sekolah, kepala sekolah sengaja mengundang ibu dari anak ini duduk diatas tempat duduk utama. Ibu ini merasa aneh, begitu banyak murid yang mendapat nilai tinggi, tetapi mengapa hanya ibu ini yang diundang.

Yang lebih aneh lagi disana masih terdapat tiga kantong beras. Pengawas sekolah tersebut akhirnya maju kedepan dan menceritakan sebuah kisah tentang seorang ibu yang mengemis beras demi sekolah anaknya. Kepala sekolah pun menunjukkan tiga kantong beras itu dengan penuh haru dan berkata kepada para hadirin seraya menunjuk pada ibu tadi : "Inilah sang ibu dalam cerita tadi."
Dan mempersilakan sang ibu yang luar biasa tersebut untuk naik keatas mimbar. Anak dari sang ibu tersebut dengan ragu-ragu melihat ke arah gurunya yang sedang menuntun ibunya berjalan keatas mimbar.

Sang ibu dan sang anakpun saling bertatapan. Pandangan ibu yang hangat dan lembut kepada anaknya membuat sang anak tak kuasa untuk menahan tangisnya, dipeluknya sosok tua dihadapannya itu dan merangkul erat ibunya sambil terisak seraya berkata: "Begitu mulianya engkau Ibu, sungguh aku tak bisa untuk membalasnya……"

Selasa, 30 Oktober 2012

Kebahagiaan seorang Wanita

Posted by Unknown Selasa, Oktober 30, 2012, under ,, | No comments


Bismillahirrahmanirrahim,

Wujud wanita memang tidak dapat di nafikan penuh misteri, mudah tersentuh dan terkadang sulit untuk di fahami..

Terkadang ia mengalirkan airmata di saat ia memperoleh kesenangan dan juga ia tersenyum tatkala hatinya di rundung kedukaan..

Tidak ada satu pun yang jelas mengenai wanita kerana itulah mereka di anggap "INSAN ISTIMEWA"..

Lalu apakah sebenar-benar bahagia yang wanita inginkan..? Apakah memiliki kemewahan, kecantikan, pasangan tampan ataupun..??

Pabila seorang wanita menerima rasa cinta seorang lelaki dan saat dirinya di limpahi dengan kalimah "AKU CINTA KAMU", ia tersenyum gembira..

Namun gembira itu hanyalah sekadar rasa yang belum terlengkap bahagia..

Mengapa ya..?? Aneh ya, wanita di saat seorang lelaki melafazkan tiga
kata lainnya "AKU TERIMA NIKAHNYA" ia bahkan menangis.. Mengapa..??

Hanya ada satu jawapan yang pasti.. Pada detik kalimah itu di lafazkan, ia justeru bukan dirinya yang dulu..

Dirinya bukan lagi menjadi tanggung jawab ibu bapanya dan tangisnya bukanlah tanda berduka melainkan ia terharu..

Terharu kerana hadir seorang lelaki yang merelakan pundaknya untuk memikul seluruh bahagia dan derita wanita tersebut selama ia bergelar isterinya..

Dua kalimah yang berbeda dan turut disambut dengan rasa berbeda..

Walaupun terdetik rasa gembira di hati para wanita mendengar kalimah "AKU CINTA KAMU" dari kekasih hati, namun mereka hanya menanti satu kalimah yang terucap ringan di mulut tetapi berat untuk di laksanakan iaitu "AKU TERIMA NIKAHNYA"..

Tidak selamanya seorang wanita itu hanya mau bergelar kekasih dan mendiami hati seorang lelaki tanpa satu ikatan yang suci..

Wanita mungkin gembira menjadi kekasih seorang lelaki..

Tetapi wanita akan bahagia bila dia adalah isteri kepada seorang suami..

Subhanallah..

Saudaraku, bila wanita yang di pilih Allah untuk menemanimu sudah ada di depan mata. Tunggu apa lagi..??

Datangilah kedua orang tuanya dan jadikanlah dia istrimu yang berbahagi..

Semoga tercapai keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.
Aamiin Ya Allah ya Rabbal 'Allamiin

Ternyata Air Bisa Bicara

Posted by Unknown Selasa, Oktober 30, 2012, under ,, | No comments


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup." (Q.S. Al Anbiya:30). Dalam kitab-kitab tafsir klasik, ayat tadi diartikan bahwa tanpa air semua akan mati kehausan. Tetapi di Jepang, Dr. Masaru Em oto dari Universitas Yokohama dengan tekun melakukan penelitian tentang perilaku air.

Air murni
dari mata air di Pulau Honshu didoakan secara agama Shinto, lalu didinginkan sampai -5oC di laboratorium, lantas difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi.

Ternyata molekul air membentuk kristal segi enam yang indah. Percobaan diulangi dengan membacakan kata, "Arigato (terima kasih dalam bahasa Jepang)" di depan botol air tadi. Kristal kembali membentuk sangat indah.

Lalu dicoba dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang, "Arigato". Kristal membentuk dengan keindahan yang sama. Selanjutnya ditunjukkan kata "setan", kristal berbentuk buruk. Diputarkan musik Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga. Ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristal hancur.

Ketika 500 orang berkonsentrasi memusatkan pesan "peace" di depan sebotol air, kristal air tadi mengembang bercabang-cabang dengan indahnya. Dan ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan. Subhanallah.

Dr. Emoto akhirnya berkeliling dunia melakukan percobaan dengan air di Swiss, Berlin, Prancis, Palestina, dan ia kemudian diundang ke Markas Besar PBB di New York untuk mempresentasikan temuannya pada bulan Maret 2005 lalu.

Ternyata air bisa "mendengar" kata-kata, bisa "membaca" tulisan, dan bisa "mengerti" pesan. Dalam bukunya The Hidden Message in Water, Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk.

Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain.

Barangkali temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan bisa menyembuhkan si sakit. Dulu ini kita anggap musyrik, atau paling sedikit kita anggap sekadar sugesti, tetapi ternyata molekul air itu menangkap pesan doa kesembuhan, menyimpannya, lalu vibrasinya merambat kepada molekul air lain yang ada di tubuh si sakit.

Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air. Otak 74,5% air. Darah 82% air. Tulang yang keras pun mengandung 22% air. Air putih galon di rumah, bisa setiap hari didoakan dengan khusyu kepada Allah, agar anak yang meminumnya saleh, sehat, dan cerdas, dan agar suami yang meminum tetap setia.

Air tadi akan berproses di tubuh meneruskan pesan kepada air di otak dan pembuluh darah. Dengan izin Allah, pesan tadi akan dilaksanakan tubuh tanpa kita sadari. Bila air minum di suatu kota didoakan dengan serius untuk kesalehan, insya Allah semua penduduk yang meminumnya akan menjadi baik dan tidak beringas.

Rasulullah saw. bersabda, "Zamzam lima syuriba lahu", "Air zamzam akan melaksanakan pesan dan niat yang meminumnya". Barangsiapa minum supaya kenyang, dia akan kenyang.

Barangsiapa minum untuk menyembuhkan sakit, dia akan sembuh. Subhanallah ... Pantaslah air zamzam begitu berkhasiat karena dia menyimpan pesan doa jutaan manusia selama ribuan tahun sejak Nabi Ibrahim a.s.

Bila kita renungkan berpuluh ayat Al Quran tentang air, kita akan tersentak bahwa Allah rupanya selalu menarik perhatian kita kepada air.

Bahwa air tidak sekadar benda mati. Dia menyimpan kekuatan, daya rekam, daya penyembuh, dan sifat-sifat aneh lagi yang menunggu disingkap manusia. Islam adalah agama yang paling melekat dengan air.

Shalat wajib perlu air wudlu 5 kali sehari. Habis bercampur, suami istri wajib mandi. Mati pun wajib dimandikan. Tidak ada agama lain yang menyuruh memandikan jenazah, malahan ada yang dibakar. Tetapi kita belum melakukan zikir air. Kita masih perlakukan air tanpa respek. Kita buang secara mubazir, bahkan kita cemari. Astaghfirullah.

Seorang ilmuwan Jepang telah merintis. Ilmuwan muslim harus melanjutkan kajian kehidupan ini berdasarkan Al Quran dan hadis.

Wallahu a'lam ...

~ o ~

Selasa, 23 Oktober 2012

Cintailah Karena Allah

Posted by Unknown Selasa, Oktober 23, 2012, under , | No comments


Ajari aku cinta untuk bersabar...
Untuk menemukan imam yang benar...
Untuk menjaga segala kemuslimahanku...
Mengangkat derajat keimananku...
Serta membawaku dalam indahnya agama ALLAH...

Ajari aku cinta untuk bertahan...
Pada kebaikan...
Pada keistiqamahan...
Pada indahnya sendiri tanpa sentuhan haram...
Pada keindahan cinta yang selalu terpendam...

Ajari aku cinta...
Seperti para makhluk ALLAH yang selalu berdzikir...
Seperti Hamba-hamba ALLAH yang selalu berfikir...
Di jauhkan dari manusia-manusia kafir...
Dan selalu ada dalam kerendahan hati tanpa kikir...

Ajari aku cinta...
Aku ingin memilikimu karena Rabb mu, Allah...
Aku ingin menjadi pendampingmu karena ajaran Rabb mu, Allah...

Aku ingin mencintai dan melengkapi kehidupanku juga hanya ada di jalan Rabb mu, Allah...

Demi cintaku padamu, karena Allah...
Hanya karena Rabb mu, Allah...
Jadilah imamku yang sempurna...
Yang selalu mencari cinta di jalan Rabb mu, Allah...

Untukmu yang akan menjadi imamku..

Minggu, 21 Oktober 2012

..Istri Sudah Tidak Perawan Lagi...

Posted by Unknown Minggu, Oktober 21, 2012, under , | No comments


Pertanyaan

Jika seseorang menikahi wanita yang ternyata setelah melewati malam pertama baru dia ketahui bahwa istrinya sudah tidak perawan lagi, Apa yang harus dilakukan???

Jawaban
Hilangnya keperawanan terjadi karena banyak sebab, bisa jadi keperawanannya hilang karena sebab-sebab lain selai zina, maka wajib berprasangka baik kepada istri jika secara zahir
maka nampak baik (shalihah) dan istiqomah. Namun, boleh jadi memang dahulunya dia pernah berzina dan kini telah taubat dan menyesali perbuatannya, lalu tampak kebaikannya, maka dosanya yang terdahulu tidak ada pengaruhnya lagi terhadap suami.

Bisa juga keperawanan itu hilang karena beratnya haid, haid yang berat bisa menghilangkan keperawanan. Ulama juga menjelaskan bahwa keperawanan bisa hilang karena melompat, yakni jika dia pernah melompat dari suatu tempat ke tempat lainnya, atau turun dari tempat yang sangat tinggi ke tempat yang sangat rendah dengan mengeluarkan tenaga berlebihan, hal itu bisa saja menghilangkan keperawanan.
Maka tidak selalu keperawanan itu hilang dengan zina, apabila si istri mengaku bahwa keperawanannya hilang dengan sebab selain zina maka tidak sepatutnya menjadi masalah atas suami.

Bahkan, kalaupun keperawanannya hilang karena diperkosa, maka yang seperti ini juga tidak menjadi masalah bagi suami jika telah lewat (minimal) sekali haid dari kejadian tersebut.

Jika memang, Dahulunya si Istri pernah berzina, dan kini telah bertaubat dan menyesal, dalam keadaan dahulu dia masih bodoh dan tidak tahu, lalu setelah dia bertubat dan menyesal, maka ini juga tidak sepatutnya menjadi masalah bagi suami. Dan tidak boleh bagi suami untuk menyebarkan aibnya, bahkan seharusnya menutup aibnya. Kemudian jika nampak jelas kejujuran taubat dan istiqamahnya hendaklah tetap mempertahankan istrinya.

Namun jika tidak nampak perbaikan dirinya, maka hendaklah diceraikan, dengan tetap menutupi aibnya dan tidak menampakkan sesuatu yang bisa menyebabkan fitnah dan kejelekan.

Rumah Tangga Sebagai Pusat Nasehat

Posted by Unknown Minggu, Oktober 21, 2012, under | No comments

Rumah Tangga Sebagai Pusat Nasehat,,,,

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh ..

Bismillahirr Rahmanirr Rahim...
Suami yang paling baik ialah suami yang paling sanggup berkata pada istrinya,
“Duhai istriku, saya hanyalah seorang manusia yang sedang belajar menemukan jalan hidup. Mungkin ada kelebihan karunia Allah yang harus kita syukuri, tapi pasti banyak kekurangan yang mungkin dengan kehadiranmu saya akan lebih baik. Duhai istriku, jikalau engkau mencintaiku, ingin menjadikan diriku pewaris surga, terus koreksilah suamimu ini agar bisa menjadi suami yang baik, agar bisa menjadi suami yang semakin bertanggung jawab.”

Pada saat yang sama istrinya pun mengatakan, “Wahai suamiku, saya rindu menjadi istri yang mulia dalam pandangan Allah, teruslah koreksi dan nasihati saya.”

Begitupun kalau kita punya anak-anak, “Wahai anak-anak, bapak-ibu khawatir kelak dituntut oleh kalian di akhirat hanya karena tidak sanggup mendidik. Maka bantulah bapak agar bisa memperbaiki diri menjadi seorang ayah yang bertanggung jawab dan juga menjadi seorang ibu yang arif dan bijak.”

Kita harus tahu persis bahwa semakin banyak yang harus kita lakukan. Untuk itulah kita butuh orang lain agar bisa melengkapi kekurangan kita guna memperbaiki kesalahan kita. “Watawa shawbil haqqi wa tawa shawbis shabr” (QS. Al-ashr [103] : 3). Inilah rahasia yang sangat penting.

Rumah tangga yang akan bahagia itu adalah rumah tangga yang dengan sadar menjadikan kekayaannya saling menasihati, saling memperbaiki, serta saling mengoreksi dalam kebenaran dan kesabaran.

Apabila sebuah rumah tangga mulai saling menasihati maka rumah tangga akan bagaikan cermin; akan membuat anggota keluarganya berpenampilan lebih baik, dan lebih baik lagi. Karena tidak pernah ada koreksi yang paling aman selain koreksi dari keluarga kita, karena dia adalah darah daging kita sendiri.
SUBHANALLAH....!!

Kamis, 18 Oktober 2012

Menikahlah karena Allah

Posted by Unknown Kamis, Oktober 18, 2012, under | No comments

AL-KISAH PERNIKAHAN SEORANG LAKI-LAKI YANG SHOLEH DENGAN SEORANG WANITA SHOLEHAH YANG MENIKAH KARENA ALLAH, KETIKA KEBURUKAN RUPA DAN KECACATAN FISIK MENJADI UJIAN ATAS PERNIKAHAN MEREKA *~

Bismillaah

Hari pernikahanku. Hari yang paling b
ersejarah dalam hidup. Seharusnya saat itu aku menjadi makhluk yang paling berbahagia. Tapi yang aku rasakan justru rasa haru biru. Betapa tidak. Di hari bersejarah ini tak ada satu pun sanak saudara yang menemaniku ke tempat mempelai wanita. Apalagi ibu. Beliau yang paling keras menentang perkawinanku. Masih kuingat betul perkataan ibu tempo hari,

“Jadi juga kau nikah sama buntelan karung hitam’ itu ….?!?” Duh……, hatiku sempat kebat-kebit mendengar ucapan itu. Masa calon istriku disebut ‘buntelan karung hitam’.

“Kamu sudah kena pelet barangkali Yanto. Masa suka sih sama gadis hitam, gendut dengan wajah yang sama sekali tak menarik dan cacat kakinya. Lebih tua beberapa tahun lagi dibanding kamu !!” sambung ibu lagi.

“Cukup Bu! Cukup! Tak usah ibu menghina sekasar itu. Dia kan ciptaan Allah. Bagaimana jika pencipta-Nya marah sama ibu…?” Kali ini aku terpaksa menimpali ucapan ibu dengan sedikit emosi. Rupanya ibu amat tersinggung mendengar ucapanku.

“Oh…. rupanya kau lebih memillih perempuan itu ketimbang keluargamu. baiklah Yanto. Silahkan kau menikah tapi jangan harap kau akan dapatkan seorang dari kami ada di tempatmu saat itu. Dan jangan kau bawa perempuan itu ke rumah ini !!”

DEGG !!!!

“Yanto…. jangan bengong terus. Sebentar lagi penghulu tiba,” teguran Ismail membuyarkan lamunanku.

Segera kuucapkan istighfar dalam hati.

“Alhamdulillah penghulu sudah tiba. Bersiaplah …akhi,” sekali lagi Ismail memberi semangat padaku.

“Aku terima nikahnya, kawinnya Shalihah binti Mahmud almarhum dengan mas kawin seperangkat alat sholat tunai !” Alhamdulillah lancar juga aku mengucapkan aqad nikah.

“Ya Allah hari ini telah Engkau izinkan aku untuk meraih setengah dien. Mudahkanlah aku untuk meraih sebagian yang lain.”

Di kamar yang amat sederhana. Di atas dipan kayu ini aku tertegun lama.Memandangi istriku yang tengah tertunduk larut dalam dan diam. Setelah sekian lama kami saling diam, akhirnya dengan membaca basmalah dalam hati kuberanikan diri untuk menyapanya.

“Assalamu’alaikum …. permintaan hafalan Qur’annya mau di cek kapan De’…?”

tanyaku sambil memandangi wajahnya yang sejak tadi disembunyikan dalam tunduknya.

Sebelum menikah, istriku memang pernah meminta malam pertama hingga ke sepuluh agar aku membacakan hafalan Qur’an tiap malam satu juz. Dan permintaan itu telah aku setujui. “Nanti saja dalam qiyamullail,” jawab istriku, masih dalam tunduknya. Wajahnya yang berbalut kerudung putih, ia sembunyikan dalam-dalam. Saat kuangkat dagunya, ia seperti ingin menolak. Namun ketika aku beri isyarat bahwa aku suaminya dan berhak untuk melakukan itu , ia menyerah.

Kini aku tertegun lama. Benar kata ibu ..bahwa wajah istriku ‘tidak menarik’. Sekelebat pikiran itu muncul ….dan segera aku mengusirnya.

Matanya berkaca-kaca menatap lekat pada bola mataku.

“Bang, sudah saya katakan sejak awal ta’aruf, bahwa fisik saya seperti ini. Kalau Abang kecewa, saya siap dan ikhlas. Namun bila Abang tidak menyesal beristrikan saya, mudah-mudahan Allah memberikan keberkahan yang banyak untuk Abang. Seperti keberkahan yang Allah limpahkan kepada Ayahnya Imam malik yang ikhlas menerima sesuatu yang tidak ia sukai pada istrinya. Saya ingin mengingatkan Abang akan firman Allah yang dibacakan ibunya Imam Malik pada suaminya pada malam pertama pernikahan mereka,” …

Dan bergaullah dengan mereka (istrimu) dengat patut (ahsan). Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjanjikan padanya kebaikan yang banyak.”(QS An-Nisa:19)

Mendengar tutur istriku, kupandangi wajahnya yang penuh dengan air mata itu lekat- lekat. Aku teringat kisah suami yang rela menikahi seorang wanita yang memiliki cacat itu. Dari rahim wanita itulah lahir Imam Malik, ulama besar ummat Islam yang namanya abadi dalam sejarah.

“Ya Rabbi aku menikahinya karena Mu. Maka turunkanlah rasa cinta dan kasih sayang milikMu pada hatiku untuknya. Agar aku dapat mencintai dan menyayanginya dengan segenap hati yang ikhlas.”

Pelan kudekati istriku. Lalu dengan bergetar, kurengkuh tubuhya dalam dekapku. Sementara, istriku menangis tergugu dalam wajah yang masih menyisakan segumpal ragu.

“Jangan memaksakan diri untuk ikhlas menerima saya, Bang. Sungguh… saya siap menerima keputusan apapun yang terburuk,” ucapnya lagi.

“Tidak…De’. Sungguh sejak awal niat Abang menikahimu karena Allah. Sudah teramat bulat niat itu. Hingga Abang tidak menghiraukan ketika seluruh keluarga memboikot untuk tak datang tadi pagi,” paparku sambil menggenggam erat tangannya.

Malam telah naik ke puncaknya pelan-pelan. Dalam lengangnya bait-bait do’a kubentangkan pada Nya.

“Robbi, tak dapat kupungkiri bahwa kecantikan wanita dapat mendatangkan cinta buat laki-laki. Namun telah kutepis memilih istri karena rupa yang cantik karena aku ingin mendapatkan cinta-Mu. Robbi saksikanlah malam ini akan kubuktikan bahwa

cinta sejatiku hanya akan kupasrahkan pada-Mu. Karena itu, pertemukanlah aku dengan-Mu dalam Jannah-Mu !”

Aku beringsut menuju pembaringan yang amat sederhana itu. Lalu kutatap raut wajah istriku denan segenap hati yang ikhlas. Ah, .. sekarang aku benar-benar mencintainya. Kenapa tidak? Bukankah ia wanita sholihah sejati. Ia senantiasa menegakkan malam- malamnya dengan munajat panjang pada-Nya.

Ia senantiasa menjaga hafalan Kitab-Nya. Dan senantiasa melaksanakan shoum sunnah Rasul Nya.

“…dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan- tandingan selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya pada Allah …” (QS. al- Baqarah:165)

=========================================

Ya Allah sesungguhnya aku ini lemah , maka kuatkanlah aku dan aku ini hina maka muliakanlah aku dan aku fakir maka kayakanlah aku wahai Dzat Yang Maha Pengasih…

Selasa, 16 Oktober 2012

Impianku untuk Pendamping Hidupku

Posted by Unknown Selasa, Oktober 16, 2012, under | No comments

 
  • Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
  • ♥ Impian Indah Seorang Muslimah♥
  • Aku sering memasang angan
  • untuk membina istana indah..
  • Dia sebagai RAJA dan aku sebagai RATU..
  • Biarpun istana
  • kami hanyalah pondok kecil,..
  • Aku tahu bahagiaku ada disitu..
  • ♥♥
     
     
  • Yang dinanti bukanlah lamaran dengan batu permata..Cukuplah
  • akad dan janji setia..Andai yang terjadi tak sama dengan
  • ketentuan hati..
  • Aku ridho ketetapan ILLAHI..
  • ♥♥
     
     
  • Cinta memberi rasa seteguk air
  • dalam jiwa..
  • Jika tak HALAL,
  • bisakah disebut CINTA?
  • Jika tak HALAL masihkah akan kau
  • kejar?..
  • Jika tidak diridhoiNYA,masihkah kau biarkan bertahta?..
  • ♥♥
     
     
  • Biarkanlah hati ini tetap beku hingga saat itu tiba..
  • Saat RABBku pilihkan dia untukku...
  • Saat ALLAH HALALkan aku untuknya..
  • Dalam ikatan PERNIKAHAN yang
  • indah dan DiRidhoiNYA..
  • Aamiin Ya Robbal Allamiin..

Kamis, 04 Oktober 2012

Bapak, Ibu Ijinkan Aku Berpacaran

Posted by Unknown Kamis, Oktober 04, 2012, under | No comments

..Bapak Ibu Ijinkan Aku Berpacaran...

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...Ketika cinta suci menjelma,ia bisa menjadi energi tanpa batasan,selain terpisahnya nyawa dari jasad,legenda Qais,yang bergelar majnun,membuktikan.Saat Qais jatuh hati pada laila,terhalang orang tua bukan mundur.Demi mepertahankan cinta sampai berubah menjadi majnun.Pecinta yang tergila-gila hingga hidupnya berubah total.

kenapa demikian... tentunya bila Qais menyerah,tak akan tercipta legenda besar yang kisahnya turun temurun hingga saat anda membaca lembaran ini Romeo dan juliet pun. yang lahir belakangan yang kisahnya ikut ikutan juga tak akan terjadi.Bisa jadi saja imajinasinya tak sampai tanpa bayangan laila majnun.

Legenda kisah laila Majnun sebernarnya hanya menunjukan bagaimana sikap seorang pecinta sejati kepada kekasihnya.Mengabarkan betapa cinta yang suci tak mengenal lelah,lapar maupun dahaga.Energi cinta sejati terjaga kesuciannya tak pula pudar meski dinikahkan paksa dengan bangsawan yang sampai akhir hayat laila tak berhasil di sentuh.

(Tak sama dengan kisah remaja saat ini yang di di tipu sinetron,telenovela,gosip dan pengalan setan,hingga Bapak dan Ibu zaman ini yang memiliki anak gadis tak tahu pasti adakah anaknya"benar-benar perawan suci atau penuh kudis yang terbungkus tebal kosmetik")
Adakah seorang anak yang menghitung berapa ton beras dan berapa ribu makanan telah dimasak oleh seorang ibu untuk anaknya.Berapa kilometer lantai telah disapu dan di pel oleh seorang ibu.Berapa banyak keheningan malam dilalui sang ibu yang terjaga untuk anaknya.

Berapa kali kedua tangan sang ibu terngkat ketika berdo'a dan berapa galon air mata mengalir ketika sujud mendo'akan kebahagian dan keselamatan anaknya.
Ibu yang bertahun-tahun menjelma menjadi relawan,dokter sekaligus perawat tanpa bayaran untuk penyakit batuk,demam,flu,caar ataupun sekedar luka di kaki akibat terjatuhnya anak.
Coba ingati waktu kecil yang 2 tahun lamanya disusukan,ditengah malam waktu tidur... lelah payah ibu tetap terjaga lantaran mendengar tangis,.bahkan ketika malam-malam engkau demam...n ia tahan mata dari tidur agar tak terpejam dengan penuh kegelisahan dan kekhawatiran sampai fajar datang kembali.

Hingga ketika seorang sahabat nabi berthawaf mengelilingi ka'bah sambil menggendong ibunya yang sudah tua,ia bertanya pada Rasul yang mulia."Sudahkah terbayar lunas semua jerih payah ibuku?"Rasul yang mulia menjawab,"Tidak! bahkan untuk menadingi rasa sakitnya saat melahirkan engkau pun tidak terbayar!"

Anak tidak merasa durhaka,saat saat ibu merana tinggi sendirian kesepian di hari tua dalam rumah kecil,sementara dirinya tinggal di tempat nyaman;tidak merasa berdosa saat makan lezat penuh gizi sementara ibunya makan seadanya;tidak merasa berdosa demi biaya sekolah anak menghindar membelikan obat ibu yang lagi sakit,tidak merasa durhaka piknik atau jalan-jalan saat selalu saja mengunjungi ibu atau menziarah kubur ibu bila telah tiada,bahkan berdo'a dari jauh pun entah berapa puluh tahun sekali.Ya Allah!! Ampuni dosa kami dan dosa kedua orang tua kami dan sayangilah mereka sebagai mana mereka telah menyayangi kami di sewaktu kecil.***

Jangan tanya ,apa hubungan legenda laila Majnun dengan nasib ibu-ibu yang disia siakan oleh anaknya sendiri.Saat memasuki usia remaja dan mengenal cinta... hari ini,hubungan pergaulan lain jenis terjadi seperti menganggap Allah tidak ada,tidak melihat,dan tidak medngar,saat berkawan,bercanda... bahkan pacaran dan yang lebih dari itu.

Allah perintahkan dalam Al Qur'an tundukkan pandangan,mengapa tatap menatap,pandang memandang tanpa rasa takut kepada Allah.Bahkan raba,pegang,cium atau yang layak diungkap kata',pada saat Allah ingatkan jangan dekati zina.

Saat Rasulullah beritahu,suara wanita adalah aurat,mengapa tampil melengking lengkingan suara seperti keledai,diekspos dan dikumandang di merata bumi,Saat Allah beritahukan berulang-ulang gunakan jalabib,kerudung,hijab,mengapa bukan hanya tak pakai tetapi malah
telanjang.Tiada rasa takut pada Allah dianggap Allah tidak ada lagi.

Remaja,pergaulan,pacaran dan kerabatnya.Anak-anaknya yang melakukan itu'berkata":engkau wahai bapak ibu yang telah mati-matian merawat dan membesarkanku dengan kasih sayang dan pengorbanan yang tak bisa ku balas.Engkau akan diminyai Allah tanggung jawab dengan tingkah lakuku sebagai anakmu.Kelak engkau akan disiksa karena aku berpacaran di sekolah,dijaln-jaln,di taman-taman,di mal-mal,di tempat-tempat tersmbunyi...... tanpa sepengetahuanmu.

Berpacaran... tanpa terucap,"Ayah ibu........., Ijinkan Aku Berpacaran.... Agar kelak Allah menyiksamu********
Salah....khilaf....dosa,sadari dan memohon kepada Allah ampunan,Thalaq Bain untuk setan... kembali kepada Allah selamanya.Allah Pengasih,Penyayang,Mari kita raih cintaNya.........

jadi bagi anda yang sudah telanjur pacaran segera tanyakan kepada yang cowok/laki laki kalow berani segera menghadap kedua orang tua kalau sudah demikian tentunya ada bukti keseriusan dia dan janji nikah tanpa berlarut larut waktunya
setelah itu kalau udah saling tsiqoh / percaya yaudah jatuh cinta itu biasa dan fitrahnya jangan sering komunikasi jangan membayangkan yang tidak tidak

karena kalau anda masih melakukan seperti itu berarti anda masih belum percaya ke dia begit sebaliknya . tetap ingat walaupun udah demikian dia belum resmi dan juga belum tentu berjodoh karena cuma allah yang maha berhendak jadi tetap jaga hijab ,jaga pandangan intinya di tahan dulu segala nafsu syahwat itu hingga waktu nikah
tiba percayalah allah pasti memberi hikmah atas itu semua..

” Wallahu a’lam والله أعلم

Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...