Pages

Tampilkan postingan dengan label Kata Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kata Hati. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 November 2012

Hargailah Cinta Karena Itu Anugerahmu

Posted by Unknown Jumat, November 16, 2012, under , | No comments


Kadangkala cinta itu tidak harus diungkapkan dengan kata-kata. Adakalanya cinta itu tumbuh di hati seseorang, malahan orang tersebut menyimpannya dalam-dalam.

Hal itu ia lakukan tak lain demi menjaga kesucian sebuah cinta itu sendiri.

Cinta itu memang murni, tak seorang pun yang bisa menentang jika cinta itu datang.

Cinta tidak memandang usia, status dan keadaan. Cinta juga tidak menuntut harus memiliki.

Seseorang yang merasakan cinta akan senang apabila ia bisa selalu bertemu dengan orang yang dicintai.

Cinta adalah anugerah Tuhan yang perlu disyukuri. dunia tidak akan menjadi lebih indah jika tidak ada ruang untuk cinta.

Mencintai dan dicintai meski kadangkala hubungan kita dengan pasangan menyebabkan stress. yang terjadi justru sebaliknya, tanpa cinta, Stres kita akan berkali lipat.

Cinta adalah dorongan yang lebih kuat daripada apapun. Cinta tidak kasat mata tidak dapat dilihat atau diukur tetapi cukup kuat untuk mengubah Anda dalam sekejap.

Cinta tidak buta justru sebaliknya orang yang mengalaminya yang buta karena dia salah menempatkan cinta ditempat yang salah.

Mencintai adalah sesuatu yang indah yang telah dianugrahkan
Tuhan di dalam kehidupan kita. mekipun disaat kita mencintai seseorang namun balasan yang kita dapat adalah sebuah rasa sakit.

Jangan menyerah atau dendam karena cinta yang kamu miliki adalah cinta yang tulus cinta akan sangat berharga bila kita memberinya kepada orang yang menghargai akan cinta kita Janganlah engkau mencintai seperti air hujan yang akan dapat mereda sewaktu-waktu tapi hendaklah engkau mencintai seperti aliran air sungai yang membutuhkan waktu yang lama untuk menyurutkannya.

Mencintai bukan berarti memiliki tetapi alangkah indahnya kalau kita dapat melakukan sesuatu yang berkesan untuk orang yang kita cintai cinta adalah anugerah yang diberikan oleh yang maha kuasa kepada setiap insan yang saling menyayangi.

Cinta tak dapat dipaksakan tetapi cinta dapat dirasakan. cinta memang indah tapi tidak semua yang indah itu adalah cinta.

Mungkin awal dari cinta adalah kebahagiaan dan keindahan tapi semua itu diakhiri dengan kesedihan dan penderitaan. jatuh cinta itu mudah tetapi untuk melupakan cinta itu sangat sulit.

Kamis, 15 November 2012

Rindu Dan Cahayanya

Posted by Unknown Kamis, November 15, 2012, under , | No comments


seperti sebatang pohon yang melepas gugur daun-daun setiap hari, seperti itulah kita melepas gugur kata-kata rindu di setiap waktu. tertiup angin yang tak pernah tegas dengan warnanya, ambigu.

dan kita juga tahu, bahwa di setiap waktu selalu tumbuh pucuk-pucuk dedaunan yang baru.

ahh...mungkin rinduku akan serupa angin, selalu masuk dan mengisi ruang-ruang yang kosong. menyalakan api di
dada-dada puisi.

tapi hari ini, hausku menjelma sungai, mengaruskan guguran daun-daun ke sebuah muara yang lebih pasti...doa cita...

"bahwa di tengah muara, menjelma delta dari arus lumpur hulu, masalalu"

di sanalah pulau harapan. subur menumbuhkan pohon-pohon baru.
mungkin dengan cinta yang baru...sama menjelma cahaya.

.......

pernah kutulis ini, "dan angin dinginmu menghangatkan tubuhku, menanti dedaunan runtuh, di mana hatiku rebah..."


Senin, 12 November 2012

Betapa Mulianya Ibu

Posted by Unknown Senin, November 12, 2012, under , | No comments

 
Kisah ini adalah kisah nyata sebuah keluarga yang sangat miskin, yang memiliki seorang anak laki-laki. Ayahnya sudah meninggal dunia, hanya tinggal ibunya yang s
udah tua dan anak laki-lakinya saja yang saling menopang.

Ibunya bersusah payah membesarkan seorang anaknya, saat itu kampung tersebut belum memiliki listrik. Saat membaca buku, anaknya tersebut hanya diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih sayang menunggui anaknya sambil menjahitkan baju untuk sang anak.

Saat memasuki musim gugur, adalah waktu bagi anaknya untuk memasuki sekolah menengah atas. Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah sehingga tidak bisa lagi bekerja disawah. Di sekolah itu, setiap bulannya murid-murid diharuskan membawa 30 kg beras untuk dibawa ke kantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibunya tidak mungkin bisa memberikan tiga puluh kg beras tersebut.

Berkatalah ia kepada ibunya: " Bu, saya mau berhenti sekolah saja dan membantu ibu bekerja disawah". Ibunya mengelus kepala anaknya dan berkata : "Niat kamu sungguh mulia nak, kamu memiliki niat seperti itu saja ibu sudah senang, tetapi kamu tetap harus sekolah. Jangan khawatirkan ibu ya nak. Cepatlah pergi daftarkan ke sekolah nanti berasnya biar ibu yang akan mengantarkannya kesana".

Karena anaknya tetap bersikeras tidak mau mendaftar ke sekolah, ibunya pun menampar sang anak tersebut. Dan ini adalah pertama kalinya sang anak ini dipukul oleh ibunya. Dengan berat hati, akhirnya anaknya pergi juga kesekolah. Ibunya terus berpikir dan merenung dalam hati sambil melihat bayangan anaknya yang pergi menjauh.

Tak berapa lama, dengan terpincang-pincang dan nafas tergesa-gesa Ibunya datang kekantin sekolah dan menurunkan sekantong beras dari pundaknya, pengawas yang bertanggung jawab menimbang beras dan membuka kantongnya lalu mengambil segenggam beras tersebut dan menimbangnya. Tiba tiba dia berkata : " Hai wali murid, kami tidak menerima beras yang isinya campuran beras dan gabah. Jangan menganggap kantin saya ini tempat penampungan beras campuran". Begitu malu nya sang ibu ini, hingga tak henti hentinya berkali-kali meminta maaf kepada ibu pengawas tadi.

Awal bulan berikutnya ibu ini memikul sekantong beras dan masuk kedalam kantin. seperti biasanya beras tersebut diteliti oleh pengawas. Dengan alis yang mengerut, ibu pengawas berkata: "Masih dengan beras yang sama". Selanjutnya kalau begini lagi, maka saya tidak bisa menerimanya".

Sang ibu sedikit takut dan berkata : "Ibu pengawas, beras dirumah kami semuanya seperti ini jadi bagaimana? Pengawas itu pun tidak mau tahu dan berkata : "Berapa luas sawah yang ibu kerjakan, sehingga berasnya bisa bermacam macam seperti ini". Mendengar sindiran pertanyaan seperti itu sang ibu tersebut akhirnya tidak berani berkata apa-apa lagi.
Awal bulan ketiga, sang ibu datang kembali ke sekolah. Sang pengawas kembali marah besar dengan kata-kata kasar dan berkata: "Kamu sebagai wali murid kenapa begitu keras kepala, kenapa masih tetap membawa beras yang sama. Bawa pulang saja berasmu itu !"
Dengan berlinang air mata sang ibu pun berlutut di depan pengawas tersebut dan berkata: "Maafkan saya bu, sebenarnya beras ini saya dapat dari mengemis".

Mendengar kata sang ibu, pengawas itu kaget dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dilihatnya ibu tua tadi duduk diatas lantai, menggulung celananya dan memperlihatkan kakinya yang sudah mengeras dan membengkak.

Ibu renta tersebut menghapus air mata dan berkata: "Saya menderita rematik stadium terakhir, bahkan untuk berjalan pun susah, apalagi untuk bercocok tanam. Anakku sangat mengerti kondisiku sehingga mau berhenti sekolah untuk membantuku bekerja disawah. Tapi saya melarang dan menyuruhnya bersekolah lagi."

Selama ini saya tidak pernah memberi tahu sanak saudara yang ada dikampung sebelah. Lebih-lebih untuk mengatakannya pada anakku, aku takut melukai harga dirinya.
Setiap hari pagi-pagi buta dengan kantong kosong dan bantuan tongkat, aku pergi ke pasar, tempat orang berjualan beras, hanya untuk mengemis beras beras yang tercecer di trotoarnya. Dengan susah payah aku mendatangi toko demi toko hanya utnuk mencari ceceran itu. Sampai hari sudah gelap, akupun pelan-pelan kembali kekampung sendiri. Sehingga sampai pada awal bulan semua beras yang terkumpul memenuhi syarat untuk diserahkan kesekolah.

Pada saat ibu tua itu bercerita, secara tidak sadar air mata Pengawas itupun mulai mengalir, kemudian mengangkat ibu tersebut dari lantai dan berkata: "Bu sekarang saya akan melapor kepada kepala sekolah, supaya bisa diberikan sumbangan untuk keluarga ibu."

Sang ibu buru- buru menolak dan berkata: "Jangan, kalau anakku tahu ibunya pergi mengemis untuk sekolah anaknya, maka itu akan menghancurkan harga dirinya. Dan itu akan mengganggu sekolahnya. Saya sangat terharu dengan kebaikan hati ibu pengawas, tetapi tolong ibu bisa menjaga rahasia ini."

Akhirnya masalah ini diketahui juga oleh kepala sekolah. Secara diam- diam kepala sekolah membebaskan biaya sekolah dan biaya hidup anak tersebut selama tiga tahun. Setelah Tiga tahun kemudian, sang anak tersebut lulus masuk ke perguruan tinggi Qing hua dengan nilai 627 point.

Dihari perpisahan sekolah, kepala sekolah sengaja mengundang ibu dari anak ini duduk diatas tempat duduk utama. Ibu ini merasa aneh, begitu banyak murid yang mendapat nilai tinggi, tetapi mengapa hanya ibu ini yang diundang.

Yang lebih aneh lagi disana masih terdapat tiga kantong beras. Pengawas sekolah tersebut akhirnya maju kedepan dan menceritakan sebuah kisah tentang seorang ibu yang mengemis beras demi sekolah anaknya. Kepala sekolah pun menunjukkan tiga kantong beras itu dengan penuh haru dan berkata kepada para hadirin seraya menunjuk pada ibu tadi : "Inilah sang ibu dalam cerita tadi."
Dan mempersilakan sang ibu yang luar biasa tersebut untuk naik keatas mimbar. Anak dari sang ibu tersebut dengan ragu-ragu melihat ke arah gurunya yang sedang menuntun ibunya berjalan keatas mimbar.

Sang ibu dan sang anakpun saling bertatapan. Pandangan ibu yang hangat dan lembut kepada anaknya membuat sang anak tak kuasa untuk menahan tangisnya, dipeluknya sosok tua dihadapannya itu dan merangkul erat ibunya sambil terisak seraya berkata: "Begitu mulianya engkau Ibu, sungguh aku tak bisa untuk membalasnya……"

Minggu, 04 November 2012

HATIKU MENYAPA DENGAN CINTA

Posted by Unknown Minggu, November 04, 2012, under ,, | No comments


Kabut membawa rasa cinta sebening embun
Tatkala janji menjalin kasih ditawarkan
Hatiku menyapa dengan cinta
Malam tak mampu memutuskan kisah
Tentang perjalanan hidupku menembus ruang waktu
Aku berjalan dengan cinta
Dan memberi banyak waktu untuk cinta
Jawaban hatiku adalah aku bisa
Aku bisa berjalan sendiri dengan nurani cinta

Semua rasaku seakan telah berubah
Namun penuh senyum dan tawa bahagia
Air mata haru mewarnai tembang temu
Dua insan yang mencari jejak kenangan
Dalam tarikan rasa saling merindu
Bidikan rasa cerita cinta
Yang akan meniti cerita panjang
Menebar aroma wangi seribu bunga surgawi

Gemersik dedaunan kering ditiup angin
Terdengar bagai gemerincing rebana
Tak ada keluhan alam
Tak ada gundah dan tawar hati

Bahagia hati dua insan yang berbalut rindu tercurah
Suka cita, hati berpaut menyatukan rasa
Jemari cinta berpadu erat, itulah cinta..
Aluran jiwa yang mengalirkan gelora di dada
Cinta membuka pintu hati,
Kasihnya membelai, lekat di kebersamaan

Cinta ini akan terus ada
Lebih dari waktu yang akan berlalu
Aku akan tetap memanggil rembulan sebagai saksi malam
Membelai dengan rasa sayang sebening embun
Seperti bahasa kasihku kemarin dan hari ini
bolehkah..
Hatiku menyapa tetap dengan cinta?

Jumat, 02 November 2012

Kemampuan Diri

Posted by Unknown Jumat, November 02, 2012, under ,, | No comments


Tidak ada yang bisa membuatmu merasa rendah diri, kalau kau sendiri tidak membiarkannya.
--- Eleanor Roosevelt

Rendah diri atau minder seringkali menghinggapi hati manusia tanpa memandang status sosial maupun strata pendidikannya. Penyakit emosi yang satu ini timbul karena manusia yang bersangkutan melihat dirinya kecil dibanding manusia lain di lingkungannya. Sejatinya semua manusia sama di mata Tuhan. Masing-masing kita adalah spesial, dan telah diciptakan sesempurna-purnanya bentuk.

Lalu apa yang membuat kita merasa terkucil? Tiada lain adalah cara kita memandang diri sendiri. Fokus kepada kekurangan tanpa melihat potensi diri bahkan malas menggali dan mengembangkan kemampuan pribadi.

Bersyukurlah kepada Tuhanmu. Bersyukurlah dengan memulai pagi ini dalam ketetapan hati; jika orang lain bisa, kenapa saya tidak.

Rabu, 31 Oktober 2012

Warna Kehidupan Bersamamu dan Tanpamu

Posted by Unknown Rabu, Oktober 31, 2012, under , | No comments


Saat Sekian lama ketika waktu memperbolehkan berjalan dan ruang memperbolehkan mempertemukan 
saat itu aku ingin menyampaikan lewat desikan angin di pagi hari dan lembutnya sinar rembulan di malam hari
bahwa disini hanya aku seorang diri secara sengaja dan tanpa sengaja telah bertemu dengan keadaan yang hampa sunyi tanpa hadirnya seorang yang aku rindukan namun bukan itu yang lebih aku rasakan sekarang. Aku merindukanmu, aku mengagumimu , sungguh hingga aku tidak pernah tahu letak kesalahanku mengapa aku berubah seperti ini.
inginkan hari yang indah , bahkan lebih indah ketika warna pelangi mulai muncul diwaktu rintiknya hujan pertama kali. Hingga banyak orang terlihat begitu merindukan kemunculan paduan warna agung di atas langit , namun sangat dan begitu sangat disayangkan gedung-gedung tinggi di setiap sudut kota seakan menjadi penghalang bagi kami untuk melihat salah satu tanda kekuasaan-Nya. Disaat itu do'a terkutuk dari sebagian orang jikalau memang di ijinkan untuk melihatnya ingin sekali gedung-gedung itu saja yang roboh hingga kami semua bisa melihat pelangi tersebut.
Warna kehidupan ketika aku bersamamu, sama halnya dengan perasaan yang begitu penasaranya kepada warna pelangi itu. Pada kenyataan aku begitu mengharapkan dia, namun takut untuk jatuh cinta, rindu mulai menghampiri di setiap lakuku. Tuhan bantu aku untuk terus bisa memupuk rasa cintaku kepada dia, bantu aku untuk terus menjadi yang dia inginkan bantu aku untuk menjadi perubahan sempurna bagi kehidupan kami kelak. Apa alasan ku jatuh cinta kepada dia, seorang yang dengan sikapnya mampu mengarahkan aku hanya satu alasan mengapa demikian
" karena Dia datang sebagai bayangan nyata, menutup kenyataan pahit di masa lalu, mengukir mimpi seindah mungkin, mengarahkan aku sebagaimana dia berhak atas kepimimpinan karena dia datang sebagai masa depanku". 
Untukmu aku selalu mencintaimu, sebagaimana sikapmu , seadanya dirimu , semampu kekuatanmu,  dirimu tetap satu.
Tetaplah menjadi bulan yang merindukan hadirnya bintang, pun demikian dirimu yang kuharap mengharapkan hal yang sama akan hadirnya diriku. selamanya 
Kasih , aku mencintaimu..

To : Choirul Efendi
By : Enny Efendi

Selasa, 30 Oktober 2012

Kebahagiaan seorang Wanita

Posted by Unknown Selasa, Oktober 30, 2012, under ,, | No comments


Bismillahirrahmanirrahim,

Wujud wanita memang tidak dapat di nafikan penuh misteri, mudah tersentuh dan terkadang sulit untuk di fahami..

Terkadang ia mengalirkan airmata di saat ia memperoleh kesenangan dan juga ia tersenyum tatkala hatinya di rundung kedukaan..

Tidak ada satu pun yang jelas mengenai wanita kerana itulah mereka di anggap "INSAN ISTIMEWA"..

Lalu apakah sebenar-benar bahagia yang wanita inginkan..? Apakah memiliki kemewahan, kecantikan, pasangan tampan ataupun..??

Pabila seorang wanita menerima rasa cinta seorang lelaki dan saat dirinya di limpahi dengan kalimah "AKU CINTA KAMU", ia tersenyum gembira..

Namun gembira itu hanyalah sekadar rasa yang belum terlengkap bahagia..

Mengapa ya..?? Aneh ya, wanita di saat seorang lelaki melafazkan tiga
kata lainnya "AKU TERIMA NIKAHNYA" ia bahkan menangis.. Mengapa..??

Hanya ada satu jawapan yang pasti.. Pada detik kalimah itu di lafazkan, ia justeru bukan dirinya yang dulu..

Dirinya bukan lagi menjadi tanggung jawab ibu bapanya dan tangisnya bukanlah tanda berduka melainkan ia terharu..

Terharu kerana hadir seorang lelaki yang merelakan pundaknya untuk memikul seluruh bahagia dan derita wanita tersebut selama ia bergelar isterinya..

Dua kalimah yang berbeda dan turut disambut dengan rasa berbeda..

Walaupun terdetik rasa gembira di hati para wanita mendengar kalimah "AKU CINTA KAMU" dari kekasih hati, namun mereka hanya menanti satu kalimah yang terucap ringan di mulut tetapi berat untuk di laksanakan iaitu "AKU TERIMA NIKAHNYA"..

Tidak selamanya seorang wanita itu hanya mau bergelar kekasih dan mendiami hati seorang lelaki tanpa satu ikatan yang suci..

Wanita mungkin gembira menjadi kekasih seorang lelaki..

Tetapi wanita akan bahagia bila dia adalah isteri kepada seorang suami..

Subhanallah..

Saudaraku, bila wanita yang di pilih Allah untuk menemanimu sudah ada di depan mata. Tunggu apa lagi..??

Datangilah kedua orang tuanya dan jadikanlah dia istrimu yang berbahagi..

Semoga tercapai keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.
Aamiin Ya Allah ya Rabbal 'Allamiin

Sabtu, 27 Oktober 2012

Ketika Rindu Datang

Posted by Unknown Sabtu, Oktober 27, 2012, under ,, | No comments


Rindu bagaikan rantai yang tak pernah putus
Melilit di tiang hati, di tiang ilusi
Sesekali disinggahi burung yang mengelakkan kabut
Pada dinginnya pagi yang menghadang bias mentari

Rindu bagaikan bangunan yang kokoh tak bisa tumbang
Tegak di tengah kota kehidupan, di sepanjang masa usia
Di situ tergantung kerlap-kerlip lampu kenangan dan ingatan
Biarpun hari semakin tua kelam dan usang

Rindu bagaikan lorong-lorong yang tak pernah tertutup
Dari musim ke musim ia menjadi laluan
Pengelana yang mencari cintanya yang hilang
Di hamparan ilalang yang telah bertukar warna
Pohon dan bunga, daun silih berganti segar, lalu layu dan kuncup

Rindu bagaikan musim yang tak pernah tenteram
Resah datang gelisah berulang menelisik, mengusik
Hanya dzikir dan doa menjadi penawar pereda perih
dan sakit
Terkadang puisi menjadi nyanyian yang mengharukan
Dalam sunyi tak terasa bulir-bulir kristal menitik

: ... oh rindu

Selasa, 23 Oktober 2012

Cintailah Karena Allah

Posted by Unknown Selasa, Oktober 23, 2012, under , | No comments


Ajari aku cinta untuk bersabar...
Untuk menemukan imam yang benar...
Untuk menjaga segala kemuslimahanku...
Mengangkat derajat keimananku...
Serta membawaku dalam indahnya agama ALLAH...

Ajari aku cinta untuk bertahan...
Pada kebaikan...
Pada keistiqamahan...
Pada indahnya sendiri tanpa sentuhan haram...
Pada keindahan cinta yang selalu terpendam...

Ajari aku cinta...
Seperti para makhluk ALLAH yang selalu berdzikir...
Seperti Hamba-hamba ALLAH yang selalu berfikir...
Di jauhkan dari manusia-manusia kafir...
Dan selalu ada dalam kerendahan hati tanpa kikir...

Ajari aku cinta...
Aku ingin memilikimu karena Rabb mu, Allah...
Aku ingin menjadi pendampingmu karena ajaran Rabb mu, Allah...

Aku ingin mencintai dan melengkapi kehidupanku juga hanya ada di jalan Rabb mu, Allah...

Demi cintaku padamu, karena Allah...
Hanya karena Rabb mu, Allah...
Jadilah imamku yang sempurna...
Yang selalu mencari cinta di jalan Rabb mu, Allah...

Untukmu yang akan menjadi imamku..

Mimpimu Belum Tentu Jadi Mimpiku

Posted by Unknown Selasa, Oktober 23, 2012, under | No comments


Sekian lama aku , disini sendiri merasakan kebahagianku bersama dirimu dan ketahuilah hanya dirimu
hanya ada satu figur dalam bayanganku yang mampu membantuku menapakai perjalanan hidupku
dan itu memang hanya satu
satu cintaku yang hakiki yaitu Tuhan yang mempunyai kehidupan
satu cintaku yang paling mulia untuk ke dua orang tuaku yang membesarkan dan membimbingku
satu cintaku yang indah dan mengagumkan hingga  terlalu lengkap untuk dirimu, seseorang yang hampir tidak pernah luput sari bayanganku dari fikiranku dirimu satu, kekasihku

saat kehidupan diluar banyak yang meragukan tentang siapa aku
tentang apa yang bisa aku lakukan untuk orang-orang yang mempunyai kekuasaan
tentang apa yang akan aku dapat jika hanya bukti bukti tertulis semacam itulah sesungguhnya diriku,
tentang bagaimana aku sanggup untuk memcahkan setiap masalah yang menghamipiri dan terus menghampiri kehidupanku
hanya satu jawaban yang bisa aku sampaikan kepada mereka, merekalah orang-orang  yang terlalu cepat mendefinisikan pribadiku dengan penilaianya sendiri
aku hidup punya mimpi, begitupun anda semua yang berada dihadapanku aku yakin apa yang menjadi mimpi anda bukan berarti saya memimpikanya, dan apa yang anda punya sekarang ini bukan juga saya memimpikanya untuk mendapatkan hal yang sama, akan tetapi mimpi saya hanyalah sesederhana bahkan jauh lebih sederhana dibandingkan sebuah pelajaran memasang kancing baju di masa kecil. Saya hanya ingin bagaimana saya bisa mendapat penghormatan yang sama sejajarnya dengan anda, karena pada hakikatnya kita dilahirkan dengan tingkat kualitas otak yang sama, tergantung bagaimana masing-masing mengasah otak kita sendiri hingga kita merasa cerdas dibandingkan yang lainya. Kemuliaan seseorang bukan karena keturunan konglomerat ataupun bangsawan , kemuliaan seseorang ada pada kecerdasan otak yang dimiliki hingga terwujud dari pribadi masing-masing menjadi orang yang bijaksana dalam bersikap. Sikap rendah hati tidak berarti anda merasa rendah dimata orang lain melainkan anda begitu berharga dengan tidak mempunyai perasaan membeda-bedakan tingkat title yang dia miliki dan berani tegas dalam melihat keadilan .
Itulah yang bisa menjadi kebanggaan buat saya, karena dari sikap yang saya ambil mampu membuat ke dua orang tua saya tidak lagi melihat anaknya cenderung minder dengan sederet pengalaman pahit.
Anda boleh memandang sebelah mata karena harta yang saya miliki, tapi bagi saya anda tidak mempunyai hak untuk menghina saya karena kemampuan  berjuang saya melawan kelemahan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan anda semua.


Minggu, 21 Oktober 2012

Kasih Sayang Ibu

Posted by Unknown Minggu, Oktober 21, 2012, under ,, | No comments

1. Saatnya makan jika makanannya kurang, ia akan memberikan makanan itu kepada anaknya dan berkata: "cepatlah makan nak, ibu tidak lapar."

2. Waktu makan ia selalu menyisihkan ikan dan daging untuk anaknya dan berkata: "Ibu tidak suka makan daging, makanlah nak."

3. Tengah malam saat dia menjaga anaknya yang sedang sakit, ia berkata: "istirahatlah nak... ibu ma
sih belum ngantuk."

4. Saat anak sudah tamat sekolah, bekerja, mengirimkan uang untuk ibu, ia berkata: "simpanlah untuk keperluanmu nak, ibu masih punya uang."

5. Saat anak sudah sukses, menjemput ibu untuk tinggal si rumah besarnya, ia lantas berkata: "rumah tua kita sangat nyaman, ibu tidak terbiasa tinggal di sana."

6. Saat menjelag tua ibu sakit keras anaknya akan menangis, tetapi ibu masih bisa tersenyum sambil berkata: "jangan menangis nak, ibu tidak apa-apa." Ini adalah kebohongan terakhir yang dibuat ibu. :'(

Sabtu, 29 September 2012

Ini yang kurasa

Posted by Unknown Sabtu, September 29, 2012, under | No comments



Dalam ketenangan nafasmu, aku tahu ada banyak hal yang kau alami hari ini. Jika kau sudi, berbagilah denganku. Agar aku tahu bagamana rasanya hidup dalam telaga tatapanmu. Kau boleh bercerita tentang aku dan pemikiranku di sini, pemikiran yang seringkali membuatmu terheran. Apapun yang kau lihat, kau rasa, dan kau dengar. Sebab di antara rentetan kisah yang indah, ada kau dan aku di dalamnya. Anggap saja ini rumahmu. Tempat di mana kau merasa lebih nyaman dan teduh ketika perjalananmu mencapai akhir. Biarkan semuanya mengalir melalui jari jemarimu yang menekan keyboard dengan leluasa. Menulis itu seharusnya semudah bernafas, kata temanku. Tak perlu takut untuk menunjukkan sudut pandangmu dalam melihat sebuah peristiwa. Atau cerita yang sering terlintas dalam benakmu. Yang terpenting itu sudut pandang sejujurnya yang kau miliki saat ini.

Ada banyak sisi warna yang sama antara kita, ketika kutemukan kau menari di ujung sudut lirikan mataku saat cahaya senja dan desiran angin menyibak rambutmu hingga terurai seperti tarian gemulai jemarimu. Sisi warna yang terkadang menyimpan romantisme tentang kebebasan dan memiiki. Terlalu rumit kujelaskan dalam kesederhanaan yang kau bawa. Hingga sering aku merasa gagap jika bertemu mata denganmu, berbeda halnya jika dengan orang lain.

Jujur. Mungkin ini yang sering membuatku terhanyut dalam ide-ide yang sering membuatmu tertawa. Ide-ide frontal terkadang miris dalam tulisan. Atau mungkin juga aku memang membutuhkan ini? Agar semua bermuara pada rasa leganya jiwa. Kau sering menyembunyikan setiap senyummu juga tawa manjamu dalam percakapan kita, walau aku tahu sebenarnya kau sedang ingin bermanja dengan waktu kebersamaan kita. Hanya saat itu mungkin kita masih belum dewasa dan memiliki sudut pandang yang berbeda tentang “hal apa yang terbaik bagi diri ini”.

Kita serupa dalam warna hidup walau ada beberapa yang tak sama. Dan tentu saja bersama denganmu menjadikan aku lebih mudah dalam melangkah.
Aku Mencintaimu, 
to my Love Choirul Efendi

Jumat, 28 September 2012

Dalam Ingatanku bersama Do'a

Posted by Unknown Jumat, September 28, 2012, under | No comments



Berbisik pada malam ketika pagi hendak menjemput, mengajak jiwaku berbaur di antara kabut dingin, menyeruak memenuhi sukma fajar. Namun enggan itu lebih dulu mendekap dan merantai sendi-se
ndi, saat aku harus benar-benar larut dalam renung, berenang di pulau sepi yang menyaji intuisi hati.

Kali ini dan selamanya bahkan sebelumnya aku rela, kerelaan hidupku bersamamu duhai separuh hatiku, mungkin suatu hari nanti kau tidak menemui kesempurnaan dalam diri, karena aku juga tak merasa demikian selain banyaknya kekurangan padaku.

Selamanya adalah pengucapan doaku meski terkadang dalam diam seribu kata, padamu yang merangkai sejarah tentang kehidupan dan cinta, seperti lembaran diary waktu kita, adalah kenyataan yang tegas bahwa aku dan kamu satu rasa. Selalu aku mencarimu, di seluruh penjuru waktu. Karena aku hanya mau kamu, kata rindu dalam hatiku.

Seketika seperti langit ini luasnya tak terbantah, bahkan di balik keindahannya yang senyap, dan aku terjerat dalam rasa serupa. Di mana, awan yang mencuri pandangan kekasihku? Bagaimana aku menempatkan rasa yang kian buncah saat ketiadaanmu, yang saat ini terbelenggu oleh jarak dan waktu?

Lantas sejenak telapak tanganku menghadap langit serta wajah menghadap bumi, hanya pada-Nya aku berserah: "Ya Robbi, sehingga hari ini hamba tetap bersyukur atas nikmat yang kau beri padaku, ada kenginan terbesar dalam hati yang Engkau mengetahuinya, berilah kekuatan pada pundakku agar mampu membahagiakan orang-orang yang kusayangi. Aamiinn..."

Aku tidak mengatakan yang bahwa aku sedih, kecewa, atau alasan apapun jua selain, aku bahagia mengenalmu. Itu adalah kata ikhlas yang tulus, setelah pemahaman itu tersenyum bahwa dia mengatakan, Tuhan sangat menyayangi tiap-tiap hambanya.

Aku menyayangimu, seperti mana terkadang aku tak sempat memikirkan segala cobaan yang menerpaku. 

to my LOve Choirul.E