Pages

Minggu, 04 November 2012

Selalu Ada Harapan

Posted by Unknown Minggu, November 04, 2012, under ,, | No comments


Ada tempat di dunia ini yang tidak terbuat dari batu. Sesuatu dalam diri kita yang tidak bisa mereka dapatkan,tidak bisa mereka sentuh. Ia adalah harapan.
--The Shawshank Redemptions

Harapan itu seperti sebatang lilin yang menyala. Jika satu saja dihidupkan, ia akan menerangi sebuah ruangan yang gelap. Jika satu saja dihidupkan, ia akan dapat menyalakan lilin-lilin lainnya. Ketika lilin pengharapan masih ada, lilin yang lain pun bisa dihidupkan.

Ketika kita mengalami kesulitan, ketika kenyataan yang ada begitu pahit, ketika hidup begitu kelam, ketika masalah terus saja datang, merenunglah. Renungkan mengapa kita mengalami kesulitan. Renungkan mengapa kenyataan terasa pahit. Renungkan mengapa hidup terasa kelam. Renungkan mengapa Tuhan memberikan kita masalah. Renungkan apa yang kita miliki hingga saat ini.

Kesulitan adalah cara Tuhan untuk membuat kita menjadi lebih kuat, lebih dekat dengan-Nya, bukan lebih jauh. Berharaplah dan yakinlah. Kenyataan yang pahit itu ada karena kita mengambil buah yang salah. Buang buah itu, dan cari buah yang lain, pasti akan ada yang manis. Berharaplah dan yakinlah. Hidup terasa kelam karena kita tidak mau melihat sisi terangnya. Ingatlah bahwa bulan dan bintang diciptakan untuk menyinari malam. Selalu ada cahaya dalam setiap kegelapan. Berharaplah dan yakinlah. Masalah yang terus datang adalah sebuah ujian dari Tuhan, yang akan membuat kita naik kelas jika kita mampu melaluinya. Tuhan tahu yang terbaik untuk kita dan tidak pernah memberikan masalah yang tidak dapat ditanggung oleh umat-Nya. Berharaplah dan yakinlah.

Selalu ada harapan biarpun hanya segaris. Karena dengan harapan, akan ada segaris...segaris...dan segaris lagi. Ya. Di mana ada harapan, di situ ada kehidupan.

HATIKU MENYAPA DENGAN CINTA

Posted by Unknown Minggu, November 04, 2012, under ,, | No comments


Kabut membawa rasa cinta sebening embun
Tatkala janji menjalin kasih ditawarkan
Hatiku menyapa dengan cinta
Malam tak mampu memutuskan kisah
Tentang perjalanan hidupku menembus ruang waktu
Aku berjalan dengan cinta
Dan memberi banyak waktu untuk cinta
Jawaban hatiku adalah aku bisa
Aku bisa berjalan sendiri dengan nurani cinta

Semua rasaku seakan telah berubah
Namun penuh senyum dan tawa bahagia
Air mata haru mewarnai tembang temu
Dua insan yang mencari jejak kenangan
Dalam tarikan rasa saling merindu
Bidikan rasa cerita cinta
Yang akan meniti cerita panjang
Menebar aroma wangi seribu bunga surgawi

Gemersik dedaunan kering ditiup angin
Terdengar bagai gemerincing rebana
Tak ada keluhan alam
Tak ada gundah dan tawar hati

Bahagia hati dua insan yang berbalut rindu tercurah
Suka cita, hati berpaut menyatukan rasa
Jemari cinta berpadu erat, itulah cinta..
Aluran jiwa yang mengalirkan gelora di dada
Cinta membuka pintu hati,
Kasihnya membelai, lekat di kebersamaan

Cinta ini akan terus ada
Lebih dari waktu yang akan berlalu
Aku akan tetap memanggil rembulan sebagai saksi malam
Membelai dengan rasa sayang sebening embun
Seperti bahasa kasihku kemarin dan hari ini
bolehkah..
Hatiku menyapa tetap dengan cinta?

Sabtu, 03 November 2012

Jangan Terlalu Cepat Menilai Seseorang

Posted by Unknown Sabtu, November 03, 2012, under ,,, | No comments


Di sebuah gerbong kereta api yang penuh, seorang pemuda berusia kira-kira 24 tahun melepaskan pandangannya melalui jendela. Ia begitu takjub melihat pemandangan sekitarnya. Dengan girang, ia berteriak dan berkata kepada ayahnya

”Ayah, coba lihat, pohon-pohon itu, mereka berjalan menyusul kita."

Sang ayah hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala dengan wajah yang tidak kurang cerianya. Ia begitu bahagia mendengar celoteh putranya itu.

Di samping pemuda itu ada sepasang suami-istri yang mengamati tingkah pemuda yang kekanak-kanakan itu. Mereka berdua merasa sangat risih. Kereta terus berlalu. Tidak lama pemuda itu kembali berteriak.
“Ayah, lihat itu, itu awan kan? Lihat, mereka ikut berjalan bersama kita juga."

Ayahnya tersenyum lagi menunjukkan kebahagiaan.

Dua orang suami-istri di samping pemuda itu tidak mampu menahan diri, akhirnya mereka berkata kepada ayah pemuda itu.

“Kenapa Anda tidak membawa anak Anda ini ke dokter jiwa?”

Sejenak, ayah pemuda itu terdiam. Lalu ia menjawab, “Kami baru saja kembali dari rumah sakit, anakku ini menderita kebutaan semenjak lahir. Tadi ia baru dioperasi, dan hari ini adalah hari pertama dia bisa melihat dunia dengan mata kepalanya."
Pasangan suami itu pun terdiam seribu bahasa.

Sahabat Dunia Aksara, setiap orang mempunyai cerita hidup masing-masing, oleh karena itu jangan memvonis seseorang dengan apa yang Anda lihat saja.

Barangkali saja bila Anda mengetahui kondisi sebenarnya Anda akan tercengang. Maka kita perlu berpikir sebelum berbicara.

Peta Mimpi

Posted by Unknown Sabtu, November 03, 2012, under , | No comments


Impian akan mengarahkan kita kemana akan melangkah, bagaimana akan berbuat dan bersikap. Dengan impian kita akan tau dimana titik akhir dari perjuangan. Dan segera setelah mencapai impian itu, kita dapat menggantikannya dengan impian lain yang belum tercapai.
Sahabat, dalam meraih impian, kita perlu strategi dan peta. Sehingga saat berjalan dan bertemu dengan hambatan, kita dapat memilih untuk melompatinya ataukah memutarinya dan mengambil jalan lain. Tanpa mengubah impian, hanya mengubah arah jalan saja.

Bayangkan anda berada di tengah samudera di atas sebuah speedboat.
Lima puluh kilometer di depan anda adalah sebuah pulau, dan di
pulau itu terdapat semua yang anda inginkan dan cita-citakan.
Semua impian anda. Dan satu-satunya cara untuk mendapatkan itu
semua adalah sampai ke pulau tersebut. Pulau itu ada di belakang
cakrawala. Tapi cakrawala yang mana…?
Masalahnya adalah anda tidak punya kompas, peta, radio, telepon,
dan anda tidak tahu mana arah ke pulau tersebut. Arah yang salah
akan membuat anda melenceng jauh sekali dari pulau impian,
sementara di sekeliling anda yang terlihat cuma laut dan langit.
Dalam dua jam, anda bisa saja telah sampai di pulau impian.
Tetapi bila anda salah arah – anda bisa kehabisan bahan bakar
sebelum bisa mencapai pulau impian.
Hidup tanpa tujuan yang jelas, tanpa mengetahui dan mengerti
kegunaan hidup anda – adalah sama dengan dilema pulau impian.
Semua impian anda sebenarnya bisa tercapai, namun untuk mencapainya
anda harus mengetahui peta impian. Yaitu apa, di mana, dan bagaimana mencapainya. Anda mutlak mengetahui arah untuk mencapainya. Tentukan peta anda sekarang – untuk dapat mencapai impian anda. Buat seteliti dan seakurat mungkin – dan selanjutnya anda tinggal mengarahkan speedboat anda ke pulau impian… Untuk selanjutnya, Anda meraihnya, merengkuhnya, dan tersenyum dengan bangga, “Inilah impianku, dan aku telah mendapatkannya.”

Jumat, 02 November 2012

Arti Sebuah Waktu

Posted by Unknown Jumat, November 02, 2012, under , | No comments


Alkisah ada seorang wanita yang hidup di sebuah desa terpencil, dia ingin pergi kerja ke kota agar dia bisa mengoprasi wajahnya. Kemudian dia mengutarakan keinginannya untuk kerja di kota kepada kedua orang tuanya, tapi keinginannya tersebut di tolak oleh kedua orang tuanya. Mendengar kata kedua orang tuanya yang menolak keinginannya dia pun menangis, tapi tak berapa lama kemudian ibunya datang menghampiri dia. Dan tiba-tiba ibunya bilang “Kamu boleh pergi ke kota nak”.
Mendengar perkataan ibunya dia pun tersenyum. Dan pagi harinya dia bersiap-siap untuk pergi ke kota. Di tengah perjalanan yang lama dan melelahkan dia istirahat di sebuah rumah, dan dia pun membayangkan, ” andai ku bisa membangun rumah mewah dan dapat mengoprasi wajah ku yang biasa menjadi luar biasa ini.” Tiba-tiba di tengah-tengah lamunannya datang seorang nenek tua menghampirinya, dan bertanya “kenapa nak kamu tersenyum sendiri?”
“Saya sedang membayangkan andaikan saja ku bisa sukses di kota dan dapat mengoprasi wajahku ini”, kata dia. Dan nenek itu mengeluarkan jam kecil dari kantongnya, kemudian nenek itu berkata “Kamu tinggal putar jam itu sesuai dengan putaran jarum jam, bila kamu ingin segera meraih cita-citamu”.
“Baik nek”, kata wanita tadi.
Kemudian tak berapa lama dia memutar jam tersebut sesuai dengan apa yang dikatakan nenek tadi. Dan tiba-tiba dia bisa bekerja di sebuah perusahaan ternama di Jakarta. Tapi dia tak puas dengan lamanya waktu yang di perlukan agar bisa mengoprasi wajahnya.
Kemudian dia kembali memutar jam tersebut, dan wajahnya pun menjadi cantik. Lagi-lagi dia kurang puas dengan wajahnya, dan kembali dia memutar jam kecil pemberian nenek-nenek yang pernah dia temui sekali lagi. Tapi setelah memutar jamnya dia mendapati wajahnya yang semula cantik jelita menjadi tua dan keriput. Dan dia menyesal dengan keadaan dia sekarang. Kemudian dia kembali menemui nenek-nenek yang memberi dia jam di tempat di mana dia bertemu. Tapi dia tak melihat nenek tersebut karena nenek itu telah lama meninggal. Dia pun hanya bisa menyesal dan menangisi nasibnya.
Teman-teman ku apa pesan yang dapat kita ambil dari kejadian wanita tadi?
  1. Jadilah diri sendiri karena hanya dengan menjadi diri sendiri kita akan menjadi pribadi yang hidup dengan penuh rasa bahagia, damai, dan mulia.
  2. Raihlah cita-cita dengan penuh pengorbanan, kegigihan, dan kedisiplinan waktu untuk belajar.
  3. Kesuksesan bukan datang dari nasib dan keberuntungan, tapi datang dari kerja keras, ketidak putus asaan dan keyakinan.


Semua Orang Berhak Sukses

Posted by Unknown Jumat, November 02, 2012, under , | No comments


Kekuatan besar itu ada dalam diri kita, terletak pada pikiran dan perasaan. Seseorang besar karena memiliki pemikiran yang besar, dan senantiasa memiliki perasaan yang sejalan dengan kehendak Yang Maha Besar, yaitu perasaan yang senantiasa bersyukur walau sempit, senang tanpa berkeluh kesah, dan yakin kalau dirinya adalah pribadi mulia dan besar. Kitalah mahakarya Sang Maha Besar, yang diciptakan dengan bentuk sempuna.
Seseorang yang membesarkan pikirannya akan menjadi besar, dan siapa saja yang membesarkan perasaannya akan menjadi besar. Bukan kerdil dalam pemikiran, dan bukan sempit dalam berperasaan.

Pikiran digunakan untuk menyerap pengetahuan. Belajarlah. Bacalah, bacalah. Jepang menjadi bangsa yang sangat cepat bangkit dari keterpurukan bencana alam dan perang dunia II (setelah Herosima dan Nagasaki di bombardir Amerika), karena semangat mereka yang besar dalam menimba ilmu pengetahuan, dan cepat sekali mereka belajar dari kawan bahkan dari musuh-musuh mereka. Mereka punya pemiimpin besar dengan pemikiran besar dan berjiwa Kstaria. (Baca Restorasi Meiji setelah Jepang dikuasia Rezim Tokugawa dan upaya-upaya Jepang bangkit Pasca Perang Dunia I dan II ).
Perasaan digunakan untuk senantiasa yakin bahwa apa yang kita pikirkan akan mewujud. Yakin, syukur, ikhlas, semuanya menyangkut perasaan. Berdoalah: ungkapkan pemikiranmu secara maupun bisikan lembut dihatimu, giatkan kerja keras dan kerja cerdasmu, kemudian serahkan semua pada Tuhan. Terkadang, kita sendiri yang tidak ikhlas dengan doa kita. Kita sendiri yang tidak mengijinkan doa kita mewujud melalui pikiran kerdil dan perasaan ragu. Perasaan juga identik dengan kebersihan hati. Hati yang senang melihat orang lain senang adalah kekuatan dahsyat. Berapa banyak orang yang kemudian terpuruk karena iri dan dengki yang dia pelihara dalam hati sehingga hidupnya hanya berkeluh kesah, fokus pada kejengkelan akan keberhasilan orang lain, sibuk menjegal tanpa dasar visi ilahiah, dan terus menyalahkan keadaan dan orang lain. Ujung-ujungnya banyak penyakit yang menggerogoti fisiknya. Sungguh golongan yang merugi.
Kita lahir sempurna. Tak ada stempel makmur dan tidak makmur di jidat kita. Yang kemudian membuat seseorang makmur atau tidak makmur, adalah kebesaran tekad untuk mau belajar. Ilmu pengetahuanlah yang kemudian membedakan apakah kita akan makmur atau tidak makmur, kaya atau miskin. Ilmu pengetahuan meninggikan derajat seseoarang. Ilmu pengetahuan menjadi bekal untuk membuat pikiran dan perasaan seseorang menjadi besar atau kerdil. Siapa yang tidak mau belajar, lambat dalam belajar, maka dia akan jauh tertinggal. Bacalah, bacalah.
Andrew Carnegie (kekayaan total 500 juta dolar), penguasa industri baja Amerika, adalah anak imigran miskin dari Skotlandia. Sejak kecil dia harus bekerja menjadi buruh kasar.
Jhon D. Rockefeler (5 Milliar Dolar), penguasa industri minyak Amerika adalah anak tukang obat keliling.
Henry Ford juga waktu mudanya miskin, tetapi dia senang sekali mengotak-atik mesin walau dengan peralatan seadanya.
Bill Gates (Microsoft, 50 Milliar Dolar) memang adalah anak orang kaya, tetapi ia membangun usahanya sendiri dan “kantor” pertamanya adalah sebuah kamar kecil di sebuah motel di Albequerque.
Konosuke Matsushita (Panasonic) waktu kecil hidup dalam kemiskinan dan harus menjadi penjaga toko sejak umur 9 tahun.
Akio Morita (Sony) adalah memang anak orang kaya yang juga membangun usahanya sendiri dari nol. Tempat usaha pertamanya cuma rumah sederhana yang jalan masuknya ditutupi tali jemuran.
Dan masih banyak lagi contoh-contoh orang sukses lain yang semula hidup miskin kemudian menjadi kaya raya, atau memulai usahanya dari nol. Nabi Muhammad Saw. yang memilih hidup sederhana adalah pedagang kaya raya.
Bahkan ratusan tahun yang lalu manusia sudah tahu bagaimana cara untuk sukses.
  1.  Kalau Anda belajar sedikit lebih banyak, Anda akan unggul. Belajarlah dari yang terbaik.
  2.  Kalau Anda bekerja lebih semangat dan kreatif, Anda akan unggul. Jadilah yang terbaik.
  3.  Kalau Anda belajar dan bekerja lebih semangat, Anda pasti sukses. Kunci kesuksesan adalah semangat, bukan uang.
  4.  Belajarlah bermimpi besar, dan buat rencana kesuksesan Anda, sekarang! Kalau belum berhasil, Refresh/Restart.

Kemampuan Diri

Posted by Unknown Jumat, November 02, 2012, under ,, | No comments


Tidak ada yang bisa membuatmu merasa rendah diri, kalau kau sendiri tidak membiarkannya.
--- Eleanor Roosevelt

Rendah diri atau minder seringkali menghinggapi hati manusia tanpa memandang status sosial maupun strata pendidikannya. Penyakit emosi yang satu ini timbul karena manusia yang bersangkutan melihat dirinya kecil dibanding manusia lain di lingkungannya. Sejatinya semua manusia sama di mata Tuhan. Masing-masing kita adalah spesial, dan telah diciptakan sesempurna-purnanya bentuk.

Lalu apa yang membuat kita merasa terkucil? Tiada lain adalah cara kita memandang diri sendiri. Fokus kepada kekurangan tanpa melihat potensi diri bahkan malas menggali dan mengembangkan kemampuan pribadi.

Bersyukurlah kepada Tuhanmu. Bersyukurlah dengan memulai pagi ini dalam ketetapan hati; jika orang lain bisa, kenapa saya tidak.