Pages

Minggu, 21 Oktober 2012

Rumah Tangga Sebagai Pusat Nasehat

Posted by Unknown Minggu, Oktober 21, 2012, under | No comments

Rumah Tangga Sebagai Pusat Nasehat,,,,

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh ..

Bismillahirr Rahmanirr Rahim...
Suami yang paling baik ialah suami yang paling sanggup berkata pada istrinya,
“Duhai istriku, saya hanyalah seorang manusia yang sedang belajar menemukan jalan hidup. Mungkin ada kelebihan karunia Allah yang harus kita syukuri, tapi pasti banyak kekurangan yang mungkin dengan kehadiranmu saya akan lebih baik. Duhai istriku, jikalau engkau mencintaiku, ingin menjadikan diriku pewaris surga, terus koreksilah suamimu ini agar bisa menjadi suami yang baik, agar bisa menjadi suami yang semakin bertanggung jawab.”

Pada saat yang sama istrinya pun mengatakan, “Wahai suamiku, saya rindu menjadi istri yang mulia dalam pandangan Allah, teruslah koreksi dan nasihati saya.”

Begitupun kalau kita punya anak-anak, “Wahai anak-anak, bapak-ibu khawatir kelak dituntut oleh kalian di akhirat hanya karena tidak sanggup mendidik. Maka bantulah bapak agar bisa memperbaiki diri menjadi seorang ayah yang bertanggung jawab dan juga menjadi seorang ibu yang arif dan bijak.”

Kita harus tahu persis bahwa semakin banyak yang harus kita lakukan. Untuk itulah kita butuh orang lain agar bisa melengkapi kekurangan kita guna memperbaiki kesalahan kita. “Watawa shawbil haqqi wa tawa shawbis shabr” (QS. Al-ashr [103] : 3). Inilah rahasia yang sangat penting.

Rumah tangga yang akan bahagia itu adalah rumah tangga yang dengan sadar menjadikan kekayaannya saling menasihati, saling memperbaiki, serta saling mengoreksi dalam kebenaran dan kesabaran.

Apabila sebuah rumah tangga mulai saling menasihati maka rumah tangga akan bagaikan cermin; akan membuat anggota keluarganya berpenampilan lebih baik, dan lebih baik lagi. Karena tidak pernah ada koreksi yang paling aman selain koreksi dari keluarga kita, karena dia adalah darah daging kita sendiri.
SUBHANALLAH....!!

Sabtu, 20 Oktober 2012

Nilai Diri

Posted by Unknown Sabtu, Oktober 20, 2012, under , | No comments

Pada suatu ketika, di sebuah taman kecil ada seorang kakek. Di dekat kaket tersebut terdapat beberapa anak yang sedang asyik bermain pasir, membentuk lingkaran. Kakek itu lalu menghampiri mereka, dan berkata:

“Siapa diantara kalian yang mau uang Rp. 50.000!!” Semua anak itu terhenti bermain dan serempak mengacungkan tangan sambil memasang muka manis penuh senyum dan harap. Kakek lalu berkata, “Kakek akan memberikan uang ini, setelah kalian semua melihat ini dulu.”

Kakek tersebut lalu meremas-remas uang itu hingga lusuh. Di remasnya terus hingga beberapa saat. Ia lalu kembali bertanya “Siapa yang masih mau dengan uang ini lusuh ini?” Anak-anak itu tetap bersemangat mengacungkan tangan.

“Tapi,, kalau kakek injak bagaimana? “. Lalu, kakek itu menjatuhkan uang itu ke pasir dan menginjaknya dengan sepatu. Di pijak dan di tekannya dengan keras uang itu hingga kotor. Beberapa saat, Ia lalu mengambil kembali uang itu. Dan kakek kembali bertanya: “Siapa yang masih mau uang ini?”
Tetap saja. Anak-anak itu mengacungkan jari mereka. Bahkan hingga mengundang perhatian setiap orang. Kini hampir semua yang ada di taman itu mengacungkan tangan. :)
***
Sahabat Resensinet, cerita diatas sangatlah sederhana. Namun kita dapat belajar sesuatu yang sangat berharga dari cerita itu. Apapun yang dilakukan oleh si Kakek, semua anak akan tetap menginginkan uang itu, Kenapa? karena tindakan kakek itu tak akan mengurangi nilai dari uang yang di hadiahkan. Uang itu tetap berharga Rp. 50.000
Sahabat, seringkali, dalam hidup ini, kita merasa lusuh, kotor, tertekan, tidak berarti, terinjak, tak kuasa atas apa yang terjadi pada sekeliling kita, atas segala keputusan yang telah kita ambil, kita merasa rapuh. Kita juga kerap mengeluh atas semua ujian yang di berikan-Nya. Kita seringkali merasa tak berguna, tak berharga di mata orang lain. Kita merasa di sepelekan, di acuhkan dan tak dipedulikan oleh keluarga, teman, bahkan oleh lingkungan kita.
Namun, percayalah, apapun yang terjadi, atau *bakal terjadi*, kita tak akan pernah kehilangan nilai kita di mata Allah. Bagi-Nya, lusuh, kotor, tertekan, ternoda, selalu ada saat untuk ampunan dan maaf.
Kita tetap tak ternilai di mata Allah.

Nilai dari diri kita, tidak timbul dari apa yang kita sandang, atau dari apa yang kita dapat. Nilai diri kita, akan dinilai dari akhlak dan perangai kita. Tingkah laku kita. seberapapun kita diinjak oleh ketidak adilan, kita akan tetap diperebutkan, kalau kita tetap konsisten menjaga sikap kita.
Sahabat, akhlak ialah bunga kehidupan kita. Merupakan seberapa bernilainya manusia. Dengan akhlak, rasa sayang dan senang akan selalu mengikuti kita, dan merupakan modal hidup.
Orang yang tidak mempunyai akhlak, meskipun ia berharta, tidak ada nilainya. Meskipun dia cantik, tapi jika sikapnya buruk dan tiada berakhlak, maka kecantikannya tiada berguna baginya. Begitu pula dengan orang yang berpangkat tinggi, tanpa akhlak, dia menjadi orang yang dibenci.

Nilai Diri

Posted by Unknown Sabtu, Oktober 20, 2012, under | No comments



Yang terlihat di kelopak mataku, hanya kekuranganmu, ketidak-disiplinanmu, kurang pintarnya dirimu, yang tak mampu menenangkan pikiranku. Tiap gerak langkahmu, semua yang ada di dirimu, seperti tiada arti, dan hanya secuil kebaikan yang ada. Bagaimana aku bisa percaya dan menerimanya, bila tiada kata yang mampu menguraikan makna?

Terkadang diri lupa bagaimana rasa di jiwa, sungguhkah itu cinta? Benarkah cinta hanya menuruti emosi saja atau logika tanpa perduli ikatan hati yang memberi kita kedamaian hati?

Kau, teruskan langkahmu, buat aku percaya jika kau sungguh-sungguh cinta.

Pedang menghujan jantungmu, mampukah kau tanggalkan? Sayatan lukaku bisakah kau sembuhkan? Bila akhirnya kau sadari di mana adanya dirimu, segeralah kembali di mana tempat tinggalmu. Jangan kau kotori cinta sucimu hanya karena emosi sesaat yang bisa membuatmu kesakitan. Namun jika kau sadar dan benar-benar ada nyata cintamu. Teruslah berjalan melaju hingga tercapai apa yang kau tuju.

Hanya kupinta kesederhanaan diri, bukan harta melimpah yang membuat lupa diri, namun cinta dan setiamu yang kumau. Pasti banyak rintangan menghadang, jika kau tak sanggup dan merasa tak mampu, baiknya lepaskan dan biarkan hari berlalu tanpa rasa sakit yang berkelanjutan.

Semoga esok, lusa dan hari yang akan datang merupakan hari yang cerah penuh harapan. Sampai pada akhirnya cinta dan cita terpenuhi kebahagian dan kedamaian karena Ilahi Robbi.
Aamiin

Quote of the Day

Posted by Unknown Sabtu, Oktober 20, 2012, under | No comments

Tidak ada orang yang dilahirkan untuk jadi penulis. Menulis merupakan keterampilan yang harus dipelajari. Anda harus menulis sekian kata sebelum bisa menulis sesuatu yang layak diterbitkan. (Larry 
Brown)

Untuk mendapat sebutan penulis, di era komputerisasi dan wabah jejaring sosial seperti sekarang ini rasanya tidak sulit. Berapa banyak buku dari penulis-penulis instan yang tiba-tiba membanjiri book store? Namun, apa benar mereka (penulis instan) tersebut adalah seorang penulis? Hei, jangan terburu menganggukan kepala atau menjawab "iya".

Seperti quote di atas, menulis itu keterampilan yang harus dipelajari, yang harus diulang, diulang dan diulang. Mempunyai buku, selusin blog, ratusan note di facebook, bukan menjadi jaminan kau seorang penulis (yang bagus). Ya, karena karya yang bagus selalu mempunyai ruh sendiri ketika diterbitkan. Ia akan hidup, sekarang dan nanti.
jadi terjunlah ke dalam tulisanmu, belajar, rasakan, beri napas, bernapaslah. Menulis, menulis dan menulislah.

GNOTHI SE AUTHON

Posted by Unknown Sabtu, Oktober 20, 2012, under | No comments



Tersebutlah sebuah nukilan kisah seorang anak manusia yang bernama Ibrahim Al-Haqq dari Turki. Suatu ketika Ibrahim mengalami peristiwa agak aneh dan ganjil, yakni dia melihat seseorang di kejauhan yang selalu berteriak-teriak, "Di mana engkau? Di mana engkau?!"

Begitu sering orang misterius di kejauhan itu terlihat. Bahkan semakin hari sosok tersebut semakin terlihat dekat menyelip di sela-sela kerumunan orang-orang. Ibrahim semakin penasaran, hingga ia bertanya kepada salah seorang sahabatnya, "Siapakah orang gila yang setiap hari berteriak-teriak mencari seseorang itu?"

Akan tetapi, sang sahabat tak memberi jawaban. Justru ia balik bertanya, "Orang gila yang mana? Aku tidak melihatnya."

Ibrahim semakin bingung. Baginya tetap saja sosok itu ada terlihat, bahkan kian nyata dan dekat. Sampai akhirnya diapun berhadapan langsung dengan sosok tersebut.

Betapa sungguh terkejutnya Ibrahim melihat sosok itu, yang ternyata adalah dirinya sendiri. Dan dalam beberapa saat sosok itu banyak memberikan nasehat kepada Ibrahim, antara lain ia mengatakan, "Kenali dulu dirimu, baru kau kenali apa yang ada di luar dirimu!"


Keterangan:
*) Teks tulisan yang terukir di pintu masuk Kuil Delphi, Athena, Yunani yang artinya KENALILAH DIRIMU SENDIRI. Konon tulisan ini adalah ucapan Apollo yang mengajari warga Athena untuk selalu mengenal siapa diri mereka yang sejati.

UDANG WINDU MASAK ASAM MANIS

Posted by Unknown Sabtu, Oktober 20, 2012, under | No comments

Bahan:

- 500 gr udang windu
- 2 ikat selada
- 5 cm lengkuas dimemarkan
- 5 siung bawang putih dihaluskan
- 5 siung bawang merah dihaluskan
- 3 siung bawang prey dipotong panjang kira-kira 2 cm
- 2 sendok makan arak putih
- 1 sendok teh gula
- 5 cabe rawit dihaluskan
- Garam Secukupnya
- Bumbu masak secukupnya

Cara memasak:

Udang dicuci bersih lalu potong mulutnya yang panjang dengan gunting

Selada dicuci bersih. Rebus air hingga mendidih kemudian masukkan selada rebus kira-kira dua menit angkat. Dinginkan, selada boleh dimakan mentah jika suka

Panaskan penggorengan, taruh sedikit minyak, masukkan semua bumbu kecuali bawang prey. tumis hingga harum, masukkan udang, kasih arak putih dan masukkan bawang prey, tumis kira-kira 4 menit sampai udang berubah warna, angkat.

Cara menghidangkan:

Tata selada dalam pinggan melingkar lalu letakkan udang di atasnya.

Siap dihidangkan.

Resep ini bisa untuk masak kepiting asam manis, hanya tak perlu daun selada.

Mudah dan cepat.
Sahabat Dunia Aksara, selamat mencoba.

Masalah Bukan Kesulitan

Posted by Unknown Sabtu, Oktober 20, 2012, under , | No comments

Saat kesulitan menghampiri, tatap dia. Terus tatap, bila perlu ‘pelototin’ dia.
Majukan langkah hingga terlihat jelas “wajah”nya, dan berucaplah dengan nada keras padanya, “Hei kesulitan! Kau bukan masalah bagiku. Tak sedikitpun aku gentar menghadapimu. Aku bukan dirimu. Aku lebih mulia darimu. Tak sedikitpun dirimu mampu mempengaruhiku hingga hilang kemuliaanku karenamu. Aku adalah Aku. Aku bukan musuhmu, dan kau bukan musuhku.
Kau akan kubuat tertunduk lesu dan malu di hadapanku. Hingga dari dalam dirimu terlihat buah hikmah yang bermanfaat bagiku. Saat kau tertunduk lemah di kaki ku, pelajaran berharga akan terlihat dari dalam jubah mu untuk kujadikan kekuatan mengarungi samudera hidup ini. Semakin kau datang lagi, lagi dan lagi dengan sosok yang lebih besar dan menyeramkan, semakin kecil dan lucu aku melihatmu. Semakin besar sosokmu, semakin besar hikmah yang kuperoleh, semakin berharga pelajaran kudapati hingga kekuatanku semakin lebih besar dari sosok mu. Asal kau tahu, Aku bukan kau karena Aku lebih mulia darimu. Aku manusia!”

Saat kesulitan mendera, pisahkan diri kita dari kesulitan itu. Manusia bukan kesulitan, bukan pula masalah. Manusia lebih besar, lebih kuat, lebih indah, lebih mulia dari kesulitan dan segala masalah dalam hidup ini. Ingatlah ini sahabat-sahabatku, Allah berfirman, “Sesungguhnya, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (al-Tin: 4). ¤ AM